lpmindustria.com, Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 ini memiliki warna tersendiri. Kondisi tersebut harus membuat masyarakat lebih cermat dalam memakai hak suaranya.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, sudah ada tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat, Anies Baswedan-­Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti-Sylviana Murni akan mewarnai Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Munculnya para penantang Ahok-Djarot seperti Anis Baswedan-Sandiaga Uno, serta anak dari mantan Presiden SBY yaitu Agus Yudhoyono-Sylviana menjadi suatu hal yang menarik dalam pilkada kali ini.

Tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang telah mendaftarkan diri dapat memulai kampanye pada tanggal 28 Oktober 2016 nanti. Kampanye dapat dilakukan, baik secara langsung maupun melalui media digital. Kampanye menggunakan media digital biasanya dilakukan dengan berinteraksi di media sosial yang mayoritas penggunanya adalah kaum muda. Hal tersebut dikarenakan para pasangan calon mampu menjadi inspirasi bagi kaum muda.

Ahok-Djarot yang pada saat ini memiliki popularitas lebih baik dibanding dengan calon lainnya, terlihat dapat mendominasi pemilu kali ini. Akan tetapi, kemunculan calon pasangan yang lain tidak boleh dipandang sebelah mata. Kondisi pemilu kali ini harus membuat masyarakat lebih cermat dan bijak dalam memilih pasangan yang akan memimpin DKI Jakarta. Layaknya Pilkada Periode 2012 yang terdapat black campaign dengan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Hal tersebut sebenarnya tidak berpengaruh dalam memilih pemimpin. Selain itu, masyarakat harus melihat latar belakang dan pengalaman dari para calon pasangan Gubernur, demi DKI Jakarta yang lebih baik lagi.

Imas Listyaningsih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *