lpmindustria.com, Jakarta – Setiap organisasi membutuhkan seorang pemimpin, begitu pula dengan organisasi tertinggi kampus yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kampus ini membutuhkan mahasiswa terbaik untuk meneruskan tonggak kepemimpinan yang telah diperjuangkan.

Presiden Mahasiswa (Presma) adalah pemimpin para mahasiswa, yang berfungsi sebagai media antara mahasiswa dengan pihak kampus khususnya dalam melakukan hubungan diplomasi, guna keberlangsungan proses akademik yang bersifat komunikatif. Presiden mahasiswa juga merupakan gambaran mahasiswa yang mempunyai peran dan tanggung jawab dalam mengawasi serta mengadvokasi (Re :melakukan pembelaan) setiap kebijakan-kebijakan manajemen kampus yang tidak berpihak terhadap mahasiswa.

Menjadi seorang presma bukan hal yang ringan, karena untuk menduduki posisi tersebut kita harus melalui perjalanan dan berbagai pembelajaran. Seorang presma nantinya diharapkan mampu menjadi seorang pemimpin yang handal serta menjadi panutan bagi seluruh mahasiswa. Presma pula yang akan menentukan arah putaran roda organisasi.

Di setiap perguruan tinggi, presma dipilih melalui pemilihan raya mahasiswa (Pemira). Tak terkecuali dilingkungan Politeknik STMI Jakarta. Tidak lama lagi kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2015/2016 akan berakhir. Masa jabatan presma yang lama akan berakhir dan digantikan dengan presma yang baru. Di kampus lain mungkin ini menjadi hal yang lumrah dan tidak ada yang perlu untuk dikhawatirkan, namun dilingkungan Politeknik STMI Jakarta menjadi satu permasalahan yang cukup pelik dan belum dapat diselesaikan hingga saat ini. Sungguh miris rasanya bila suatu kampus yang memiliki banyak mahasiswa, tetapi terjadi krisis kepemimpinan. Itu terjadi karena tidak banyak mahasiswa yang bersedia untuk mencalonkan diri menjadi seorang presma.

Menjadi seorang pemimpin memang butuh keberanian besar,tetapi ketika seseorang sudah berani untuk mencoba itu merupakan nilai tambah bagi dirinya pribadi. Mahasiswa adalah agen of change and social control. Bagaimana fungsi tersebut dapat dijalankan, jika menjadi seorang pemimpin mahasiswa tidak ada yang bersedia dan mau untuk mencoba. Politeknik STMI Jakarta membutuhkan mahasiswa yang turun tangan secara langsung membangun kampus tercinta, bukan mahasiswa yang hanya berangan dibalik kata-kata. Kampus ini perlu perubahan sedini mungkin, oleh karena itu kampus ini butuh kalian agen perubahan.

Saidina Ali Zulfikar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *