lpmindustria.com, Jakarta – PEMIRA (Pemilihan Raya Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh KPRM (Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa) yaitu untuk meneruskan kepemimpinan periode sebelumnya. Mahasiswa diharapkan berperan aktif dalam kegiatan PEMIRA ini.

Sebentar lagi akan berakhir masa kepemimpinan presiden dan wakil presiden mahasiswa dari periode 2015/2016, pihak Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Politeknik STMI Jakarta akan mengadakan PEMIRA (Pemilihan Raya Mahasiswa). Pihak KPRM akan mengadakan PEMIRA pada tanggal 23 s.d. 24 Oktober 2016, namun dikarenakan pada tanggal tersebut kampus sedang berlangsung (Ulangan Tengah Semester) UTS, maka PEMIRA dimajukan menjadi tanggal 20 s.d. 21 Oktober 2016. Pada hari pertama akan diadakan pemilihan secara langsung oleh mahasiswa untuk memilih calon PRESMA, selanjutnya dihari kedua pihak KPRM akan menghitung jumlah suara yang sudah terkumpul.

Berbagai cara dilakukan pihak KPRM agar menarik minat mahasiswa Politeknik STMI untuk menjadi calon PRESMA, “Dari pihak KPRM supaya menarik minat mahasiswa untuk mencalonkan diri yaitu melakukan Class To Class (CTC) mulai tanggal 3 s.d. 10 oktober, selain itu kita membuka stand pendaftaran PRESMA di basement gedung A,” ujar Audy Emilia, selaku Wakil Ketua KPRM 2015. Dalam melakukan pengumpulan suara, PEMIRA tahun 2016 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya pengumpulan suara dilakukan dengan Class To Class (CTC), untuk tahun ini pemilihan suara dilakukan di stand atau bilik suara mulai dari pagi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Pihak BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) juga mendukung acara yang diadakansetahun sekali ini. Salah satu bentuk dukungannya adalah jika pihak KPRM belum bisa menemukan calon PRESMA tersebut, maka pihak BEM akan mengadakan diskusi kepada KBM dengan tujuan untuk mencari calon PRESMA. “Selain itu, kita akan membantu bimbingan terhadap PRESMA baru untuk memberikan gambaran persiapan tentang tugas mereka,” tutur Agus Suryo Prayogi, selaku Presiden Mahasiswa periode 2015/2016.

Dalam setiap pemilihan, kemungkinan adanya terjadi aklamasi. Aklamasi terjadi jika hanya ada satu orang yang mencalonkan diri sebagai PRESMA namun KPRM tahun ini berusaha untuk tidak ada aklamasi. Cara untuk menghindari hal tersebut KPRM membuat stand dan galeri open recruitment. Menurut KPRM, cara ini memudahkan bagi mahasiswa yang ingin mendaftar tanpa harus ke sekretariat. BEM juga menyayangkanjika terjadinya aklamasi pada PEMIRA tahun ini, hal ini menandakan bahwa mayoritas mahasiswa Politeknik STMI cenderung pasif dan tidak peduli dengan kondisi KBM di kampus.  

Terdapat syarat khusus untuk mendaftar menjadi calon PRESMA. Syarat tersebut adalah mahasiswa Politeknik STMI Jakarta semester V s.d. semester VIII. Ada alasan tersendiri mengapa harus mahasiswa semester V, “Karena jika dari semester III belum mempunyai pengalaman dan mengetahui seutuhnya tentang kampus. Rata-rata dari kampus lain pun PRESMA juga berasal dari angkatan atas dan dia mempunyai banyak peran  dan pengalaman daripada semester dibawahnya,” ungkap Audy.

Pelaksanaan PEMIRA di Politeknik STMI Jakarta diharapkan akan menemukan calon PRESMA yang dapat menampung kebutuhan mahasiswa dan dapat menjembatani pihak KBM dan manajemen kampus. Kebutuhan mahasiswa secara umum adalah bagaimana aspirasi mereka dapat tercapai, tersampaikan dan tersalurkan dengan baik. Selain itu PRESMA juga diharapkan dapat memudahkan jalur birokrasi mahasiswa ke kampus. “Intinya kita butuh sosok PRESMA yang mendengarkan inspirasi dan aspirasi dari mahasiswa dan bisa mengesampingkan kepentingan pribadinya,” ujar Agus Suryo Prayogi. Pihak KPRM juga berharap mendapatkan calon setidaknya 2 pasang, agar mahasiswa mempunyai pertimbangan penilaian yang sekiranya baik untuk mereka sendiri.

 Deni Prasetiyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *