lpmindustria.com, Bandung – Vape atau Vapor sudah tidak asing lagi bagi kalangan anak muda saat ini, khususnya di kalangan pria. Vape hadir menjadi solusi bagi perokok di Indonesia.

Rokok elektronik (Electronic Nicotine Delivery Systems e-Cigarette) atau saat ini lebih dikenal dengan Vape atau Vapor adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern. Pertama kali di kembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing, RRC. Masuknya rokok elektronik di Indonesia mendapat respon yang cukup baik, dikarenakan banyaknya perokok aktif di Indonesia. Saat ini sudah banyak bermunculan komunitas Vape di Indonesia salah satunya Komunitas Vape Telkom Bandung. “Komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2014 dari sebelum vape terkenal seperti sekarang ini dan belum banyak orang yang tahu komunitas kita sudah berdiri,” ujar Fadhlan Muttaqin, salah satu anggota komunitas Vape yang berada di Universitas Telkom Bandung.

Pada awalnya mereka yang suka sekali dengan vape hanya sekedar nongkrongbersama, hingga pada akhirnya mendapat ide untuk membentuk suatu komunitas Vape. ”Untuk anggotanya kurang lebih lima ratus orang dan eksistensinya cukup baik,” sambung Fadhlan Muttaqin. Kalangan mahasiswa sendiri tidak sedikit dari mereka yang memiliki alat konvensional yang satu ini, walaupun harga vape terbilang mahal, tetapi mereka tetap membelinya dengan alasan tertentu. Kisaran harganya pun cukup bervariasi dari Rp. 350.000 sampai menyentuh harga Rp. 4.000.000 ke atas.

Untuk vape tidak menggunakan tembakau seperti rokok pada umumnya. Alat ini menggunakan bahan kimia yang dicampur dengan prisa rasa yang bervariasi, atau biasa menyebutnya dengan sebutan E-Liquid. “Orang melihatnya pun tertarik, selain itu dampak positifnya juga baik yaitu untuk mengurangi merokok dan untuk berhenti merokok juga,” tambah Odoy, panggilan akrabnya. Rokok elektronik atau Vape diklaim sebagai rokok yang sehat dan ramah lingkungan, dibandingkan dengan rokok pada umumnya yang menimbulkan bau asap dan membuat sesak nafas.

Berkaca dari komunitas Vape luar negeri yang mengandalkan Vape trick untuk menambah unsur seni dalam menghisap Vape. Komunitas Vape Telkom Bandung ini sudah beberapa kali mengikuti ajang Vape trick yang cukup bergengsi dikalangan Vapers. ”Kemarin ada teman saya asal Jakarta dan ia kuliah di Telkom, ia pun mengikuti Vape trick di Bandung dan ia Juara satu,” ungkap Fadhlan Mutaqqin. Banyaknya pengguna Vape di Indonesia yang pada akhirnya bergabung atau mendirikan suatu komunitas Vape, menambah nilai positif untuk kalangan anak muda Indonesia untuk terus aktif berkreasi dan berkarya.  

Pridi Nurwanto

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *