lpmindustria.com- Olahraga tidak selalu mengandalkan fisik manusia. Ada beberapa cabang olahraga yang mengandalkan alat sebagai medianya, salah satunya adalah drifting.

Drifting merupakan olahraga yang termasuk dalam kategori Motosport. Seseorang yang melakukan aktivitas tersebut disebut drifter (baca: pengemudi). Untuk menjadi drifter, seseorang harus memiliki kendali yang baik saat mengendarai mobil. “Drifting sendiri bertujuan untuk mengontrol laju sebuah mobil yang tidak beraturan,” ujar Akbar Rais seorang drifter Indonesia, yang dikutip dalam talkshow Sarah Sechan. Kemudi mobil yang dapat dikendalikan oleh seorang drifter, akan menciptakan bentuk kelokan yang indah.

Pada awalnya, kegiatan ini berasal dari Negeri Matahari Terbit sekitar tahun 70-an. Sempat meredup, namun populer kembali di tahun 80-an. ”Keichi Tsuciya adalah drifter yang mempopulerkan kembali drifting pada tahun 1980-an, di jalanan Pegunungan Jepang,” tutur Motomobi Youtube. Kala itu Keichi Tsuciya menggunakan mobil Toyota dengan tipe Corolla Trueno (AE86), memiliki penggerak roda belakang yang dapat digunakan untuk menuruni pegunungan.

Kejuaraan drifting pertama kali diadakan di Jepang. Lalu menyebar dan muncul di Amerika serta beberapa negara lainnya. Drifting masuk ke Indonesia sekitar awal tahun 2000-an, “Saat itu (tahun 2004), drifting memang belum terlalu dikenal,” dikutip dari Otomotifnet. Perkembangan informasi yang pesat membuat nuansa drifting menjadi kuat di negeri ini. Hingga pada akhirnya, Indonesia dipercaya untuk menggelar salah satu kejuaraan drifting yaitu Formula Drift Asia pada tahun 2010. Tak hanya itu, kejuaraan lokal pun seperti Achilles Drift Battle (ADB) dan JakDrift, juga pernah diadakan. Hadirnya event-event drifting tersebut sukses memunculkan beberapa drifter muda Indonesia yang berbakat. Bahkan, beberapa drifter tersebut sudah menunjukkan keahliannya di kejuaraan Internasional. Sebagai contoh, ada Rifat Sungkar dan Emmanuel Adwitya Amandio yang merupakan pembalap tanah air yang memiliki Pro License dari Formula Drift Amerika Serikat.

Untuk dapat melakukan drifting, mobil yang digunakan ialah mobil berjenis Rear Wheel Drive (RWD) atau All Wheel Drive (AWD). Selain itu, pada bagian gardan (baca: komponen mobil yang berfungsi memindahkan tenaga motor ke roda melalui persneling) menggunakan Limited Slip Differential (LSD) serta suspensi (baca: alat untuk meredam kejut) berjenis independen. Suspensi tersebut merupakan suspensi tunggal dan tidak ada penghubung dengan suspensi lainnya. Motomobi Youtube juga mengatakan, bahwa tanpa LSD, mobil hanya dapat melakukan drifting dengan satu ban. Selain itu, juga harus dengan suspensi yang digunakan pada kejuaraan. Agar terhindar dari body roll (baca: keadaan mobil yang miring ke kanan atau ke kiri secara berlebihan pada saat menikung), maka disarankan menggunakan suspensi independen. Jika dilihat dari kejuaraan yang diselenggarakan, mobil yang banyak digunakan ialah jenis sedan dengan mayoritas bermerek Nissan dan Toyota. Pada merek Nissan, biasanya para drifter memakai Nissan tipe Silvia (S13, S14, S15), tipe Cefiro A31, dan tipe Skyline. Sedangkan dari merek Toyota, yang paling sering dipakai ialah Toyota tipe Corolla DX, tipe Corolla Trueno, dan tipe Chasser.

 

Ahmad Raka Zulfikar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *