lpmindustria.com, Jakarta – Balai Kartini menjadi saksi acara Indonesia Internet Expo and Summit (IIXS), 22 s.d. 24 November 2016 lalu. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan bagi pelaku dan pengguna internet dalam pembahasan seputar startup digital di Indonesia.

IIXS merupakan tempat untuk para pelaku Industri Internet dalam memamerkanproduk yang dibuat namun belum dipasarkan.Kegiatan ini diadakan untuk memperingati hari jadi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Kegiatan ini bertujuan untuk membangun jaringan dan sebagai ajang pertemuan antara pelaku internet dengan pengguna internet. Fungsinya agar pengguna internet bisa mengetahui tentang internet itu sendiri, seperti media display. “Agar pengunjung lebih mengetahui tentang media display yaitu gambar yang langsung dapat dimengerti (komunikatif) ketika seseorang melihat gambar tersebut sehingga tidak perlu dijelaskan secara lisan,” ujar Firdaus, selaku Pengisi Booth Vito Indonesia.

Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan yang dilanjutkan dengan pameran teknologi, serta pertemuan dengan pelaku industri internet. Selain itu, kegiatan  ini juga diisi oleh booth-booth pendukung dari berbagai macam pelaku industri internet. Untuk dapat bergabung menjadi bagian dari booth-booth disini,para pelaku industri internet harus melewati beberapa tahapan. “Pertama, para pelaku internet mendapat undangan untuk bisa bergabung. Kemudian, para pelaku membuat proposal untuk dikirim ke APJII dan setelah itu mengikuti rapat kegiatan,” ungkap Firdaus. Firdaus pun menambahkan bahwa salah satu alasan adanya booth disini adalah ingin menciptakankedekatan antara pengguna dan pelaku internet. Sehingga, pengguna internet dapatlebih mengetahui mengenai fitur internet itu sendiri.

Pada agenda pertemuan dengan pelaku industri internet, APJII membahasmengenai target internet di Indonesia ke depannya. “Didalam pertemuan ini kita membahas banyak hal. Namun, fokus kita yang paling utama adalah melakukan rapat program kerja yang membahas bagaimana internet di Indonesia ke depannya,”tutur Puta, selaku Sistem Administrator APJII. Salah satu pembahasannya ialah startupdigital yang menjadi hal menarik untuk diangkat, karena hampir 90% masyarakat di Indonesia sudah menggunakan internet. Hal tersebut akan menjadi salah satu pembahasan yang harus dilakukan APJII untuk mempersiapkannya ke depan. “Kami dari APJII ingin membantu kebutuhan startup, karena kebutuhan internet Indonesia sudah mencapai 93,4 juta dan pengguna smartphone sudah mencapai 71 juta. Ini salah satu alasan kita untuk membahas mengenai startup karena erat kaitannya dengan era digitalisasi,” tambah Putra. Dalam rangka membantu peningkatan startup digital, APJII berupaya melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan memantau perkembangan startup digital itu sendiri.

IIXS menjadi agenda yang pertama kali dilakukan oleh APJII. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat produk lokal karya anak bangsa, semakin diakui dan mampu bersaing dengan produk-produk lainnya. Jamalul Izza selaku Ketua APJII mengatakan, bahwa kegiatan ini akan dievaluasi, dimana hasilnya akan digunakan sebagai acuan pertimbangan pengadaan kegiatan yang sama di tahun berikutnya. Jika memang hasilnya bagus dan mendapat respon yang baik, maka tidak menutup kemungkinan untuk kegiatan IIXS ini dapat diadakan minimal setahun sekali.

 Jazria Hanifah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *