lpmindustria.com – Ruang kantor merupakan sarana yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan roda perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan perlu memiliki kantor sendiri contohnya perusahaan startup. Pegawai perusahaan startup yang tidak lebih dari lima belas orang dirasa belum perlu untuk memiliki kantor sendiri. Co-Working Space hadir untuk memenuhi kebutuhan para pelaku startup yang memerlukan ruang kantor santai dan fleksibel.

Startup merupakan sebutan bagi perusahaan yang baru memulai usahanya, yang saat ini telah banyak bermunculan. Tentunya dibutuhkan ruang kantor untuk memajukan operasional perusahaan tersebut. Namun tak jarang, perusahaan startup atau pebisnis pemula terkendala dengan minimnya dana yang dimiliki, sehingga sulit untuk membangun ruang kantor sendiri. Co-Working Space merupakan salah satu alternatif ruang kantor bagi para perusahaan startup, dengan konsep yang mengacu pada pemakaian ruang kantor secara bersama-sama. Jasa penyewaan ruang kantor ini baik untuk individu, kelompok, maupun perusahaan kecil akan menawarkan atmosfer yang berbeda dalam menjalani pekerjaan. “Co-Working Space secara umum terlihat sama seperti kantor-kantor lain, hanya saja orang-orang didalamnya berasal dari pekerjaan dan latar belakang yang berbeda,” ucap Didi Diarsa, salah satu pendiri Co-Working Space di daerah Depok, yang dikutip dari acara berita NET 24.

Pemakaian ruang kantor secara bersama-sama seperti ini, ditambah dengan suasana yang santai, fleksibel, dan koneksi internet yang mendukung tentu akan menciptakan interaksi sosial yang bebas tanpa batas. Hal ini juga membantu para penggunanya, terutama para perusahaan startup untuk memperluas jaringan mereka.Co-Working Space dapat dinikmati dengan tarif penyewaan berkisar antara Rp700.000 s.d Rp1.000.000 perbulan, tergantung fasilitas yang didapat. Fasilitas yang disediakan pun sama halnya seperti perkantoran konvensional. “Dengan membayar Rp700.000 saya mendapat fasilitas lengkap seperti meja kerja, printer, AC, bahkan pantry. Hal ini sangat membantu freelancer seperti saya,” jelas Diana Anggi, seorang pengguna Co-Working Space, yang dikutip dari acara berita NET 12.

Perlu diketahui pula, bahwa Co-Working Space tak hanya sebagai jasa penyedia ruang kantor bagi para pebisnis pemula. Namun, juga sebagai wadah yang dapat membina penggunanya untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi komunitas yang lebih baik melalui program seperti diskusi bersama para komunitas. Menurut Hermawan Kertajaya seorang Pakar Pemasaran, dikutip dari segmen Afternoon TalkNET 12, penyedia Co-Working Space juga harus mampu berbagi pengetahuan, ide, dan jaringan untuk membuat kreativitas menjadi lebih maju agar bisa berkolaborasi dan menjadi komersialisasi. Hal ini disebabkan karena pebisnis pemulamembutuhkan akses pasar dan financial untuk bisa mendapatkan investor dan go public. Sehingga semangat entrepreneurship (baca: berwirausaha) yang kini menggebu-gebu, dapat berhasil dan memberi nilai tambah, serta menggerakkan roda perekonomian.

Fika Muflika Ismi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *