lpmindustria.com, Jakarta – Komik dibuat oleh seorang komikus. Hadirnya komik luar negeri seperti manga, DC (Detective Comic), dan Marvel merupakan tantangan bagi komikus lokal. Pemanfaatan media sosial merupakan cara efektif untuk meningkatkan eksistensi karya komikus lokal.

Komik merupakan kombinasi dari gambar, alur cerita dan dialog antar tokoh yang dibuat oleh seorang komikus. Komik sendiri mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1930-an. Di mana, komikus-komikus pada saat itu bekerja pada media milik Belanda. Salah satu komikus hebat yang dimiliki Indonesia adalah R.A Kosasih. “Almarhum bapak R.A. Kosasih adalah seorang tokoh komikus indonesia yang sangat legendaris yang menjadi acuan perkembangan komik dan inspirator dari komikus muda di Indonesia,” ujar Euis Widiawati seorang komikus muda pemilik akun Instagram @si_euis.

Komikus muda di Indonesia kini mulai menunjukkan taringnya. Komunitas sebagai wadah dalam mendukung dan mengekspresikan karya para komikus mulai banyak bermunculan. Hal ini berdampak positif bagi eksistensi komik di Indonesia. Selain itu, hadirnya media sosial menjadi sarana komikus untuk menunjukkan hasil karyanya. “Adanya Instagram dan webtoon memudahkan kita untuk menunjukkan karya kami. karena instagram dan webtoon sarana yang paling efektif untuk menunjukkan karya komikus,” ungkap Euis yang juga seorang mahasiswa semester III STMM (Sekolah Tinggi Multimedia.)

Banyaknya komikus-komikus di Indonesia memicu persaingan antar komikus yang tak dapat dihindarkan. Peningkatan kualitas dari gambar, warna tema bahkan sampai dialog antar tokoh setiap komik merupakan cara terbaik untuk menunjukkan eksistensi karya setiap komikus. “Selain itu adanya unsur kebudayaan di setiap cerita merupakan nilai tambah agar komik dapat lebih menarik,” tutur Herly Frisdiansyah (19), salah seorang penggemar komik

Selain itu, masuknya komik – komik luar negeri seperti Manga dari Jepang, DC Comic dan Marvel dari Amerika ke Indonesia, tentunya menjadi tantangan khusus bagi para komikus Indonesia untuk terus berkarya dan memperbaiki kualitas komiknya. “Terus berkarya dan berkarya, dan selalu up to date itu yang penting,”  jelas Euis. Langkah tersebut dinilai tepat agar komik – komik Indonesia dapat bersaing dengan komik luar negeri. Lalu, hal terpenting adalah agar komik Indonesia tidak terkikis dimakan zaman.

Pridi Nurwanto

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *