lpmindustria.com, Jakarta – Bagi sebagian orang, membaca merupakan kebutuhan wajib yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih bila dapat berkumpul dengan orang-orang yeng memiliki kecintaan yang sama. Pada 10-11 Desember 2016 lalu, bertempat di Museum Nasional, Festival Pembaca Indonesia hadir sebagai ajang berkumpul bagi mereka yang mudah larut dalam imajinasi bersama buku.

Tak hanya melalui media fisik seperti majalah dan koran, kini membaca pun dapat dilakukan melalui media digital. Namun, kecanggihan teknologi tak mengubah mereka yang cinta membaca, untuk tetap setia mengoleksi buku-buku bacaan. Banyak pula dari mereka yang berkumpul dalam suatu acara, yang diadakan untuk memenuhi hasrat membaca mereka, salah satunya Festival Pembaca Indonesia. “Festival Pembaca Indonesia adalah tempat dimana mereka yang cinta membaca itu dapat berkumpul, senang-senang bareng, dan sharing mengenai koleksi buku yang dimiliki,” ujar Zulfahmi selaku pengarah festival. Festival Pembaca Indonesia, merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Goodreads Indonesia yaitu salah satu komunitas yang dibentuk dan ditujukan untuk para pembaca buku di Indonesia.

Festival Pembaca Indonesia tahun ini menjadi festival kali ketujuh yang diselenggarakan, dimana pada tahun ini hadir dengan tema “7 Keajaiban Membaca”. Rangkaian acara pun dibuat semenarik mungkin mulai dari talkshowworkshop, pojok anak, hingga pameran koleksi buku dari booth-booth seperti Penggemar Novel Fantasi Indonesia, Blogger Buku Indonesia, Noura Books, dan masih banyak lagi. Selain itu, festival ini juga memiliki agenda yang tidak biasa dan jarang ditemukan pada acara-acara lainnya seperti bookswap dan book blind date. “Kita juga ada agenda yaitu bookswap. Jadi, kita membawa satu buku yang nantinya akan ditukar dengan buku lain yang disediakan di meja tukar buku. Ada juga book blind date. Hampir sama dengan bookswap, hanya saja buku yang kita bawa itu dibungkus rapih, lalu ditulis clue dan pengarangnya saja. Jadi kita tidak tau apa isinya,” jelas Zulfahmi.

Tak dapat dipungkiri, antusiasme masyarakat terhadap festival ini membuktikan bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki minat untuk membaca. “Saya datang ke sini awalnya diajak sama teman, dan ternyata bagus. Ada talkshow-nya, bahkan bisa tukar buku juga. Lumayan kan daripada cuma di rumah saja,” tutur Ema Safitri, salah satu pengunjung yang merupakan seorang mahasiswi Politeknik STMI Jakarta. Zulfahmi pun menambahkan, bahwa memang dari tahun ke tahun jumlah pengunjung yang datang ke Festival Pembaca Indonesia selalu bertambah. Sejalan dengan hal tersebut, Tiwi yang mewakili Komunitas Buku Berkaki sebagai salah satu pengisi pameran pun mengungkapkan hal yang sama. “Menurut saya acara ini sangat positif dan sebaiknya diadakan rutin setiap tahun. Selain itu juga bagus sebagai wadah untuk mengampanyekan dan menyebarkan minat membaca ke banyak orang.”

Bentuk tujuh keajaiban ketika kita membaca yakni, mendapatkan ilmu pengetahuan, menajamkan imajinasi, membangun kepercayaan diri, menumbuhkan sikap peduli, menumbuhkan kreativitas, menjelajahi ruang dan waktu tanpa bergerak, serta menginspirasi gerakan perubahan. Kegiatan membaca tentu dapat mendatangkan sejuta manfaat bagi mereka yang gemar melakukannya, karena membaca adalah jalan untuk membuka mata melihat dunia.

Fika Muflika Ismi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *