lpmindustria.com – Sekolah Juara yang berada dibawah naungan Yayasan Indonesia Juara Foundation memiliki perbedaan dengan sekolah  pada umumnya.  Sekolah ini pun tidak memungut biaya kepada para siswanya dalam menempuh pendidikan.

Sekolah Dasar (SD) Juara Cakung merupakan salah satu sekolah dari Yayasan Indonesia Juara Foundation. Selain tingkat SD, Yayasan Indonesia Juara juga memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seperti di Subang dengan basic peternakan. Sekolah-sekolah bentukan Yayasan Indonesia Juara Foundation sudah ada di kota-kota besar Indonesia. Seperti, di Medan, Jakarta, Pekanbaru, Bandung, Surabaya dan Jogjakarta. “Untuk di Jakarta ada empat, yaitu ada di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Selain itu, untuk di kota-kota besar ada di Medan, Pekan Baru, Bandung, Surabaya, Jogjakarta dan berikutnya akan di Irian Jaya,” ungkap Ahmad Kosasih selaku Kepala Sekolah SD Juara, Cakung, Jakarta Timur.

Sekolah Juara merupakan sekolah di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud). Namun, konsep pembelajaran di Sekolah Juara ini memiliki tiga perbedaan yang menonjol dibandingkan dengan sekolah umum lainnya. Pertama, diawali dengan kegiatan Tahsin, Tahfiz, Qur’an (TTQ). Selanjutnya, para siswa akan dibiasakan untuk beribadah sholat duha. Baru setelah itu sekolah akan melakukan kegiatan belajar mengajar yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. “Anak-anak pulang pukul 13.00 WIB untuk yang tidak ikut kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul), dan untuk yang ikut ekskul pulang pukul 14.30 WIB,” ujar Kosasih. Menurut Anton salah satu guru di SD Juara, konsep pembelajaran ini tidak hanya berlaku pada tingkat SD tapi juga pada tingkat SMP dan SMK, hanya saja terdapat perbedaan di dalam durasi waktunya. Perbedaan kedua, yaitu adanya kegiatan parenting (bertemu dengan orang tua murid) yang tujuannya untuk membina para orang tua murid. Ketiga, terdapat pemetaan kecerdasan untuk setiap murid dengan menggunakan Multiple Intelligences (MI).  Menurut Sisanto salah satu guru di SD Juara, bahwa MI ini untuk memetakan jenis kecerdasan tiap siswanya. Karena tidak semua siswa memiliki kecerdasan di bidang akademik.

Tidak hanya bidang pendidikan, namun juga terdapat kegiatan ekskul seperti Panahan, Marawis, Tari, Unit Kegiatan Sekolah (UKS), Pramuka, Drumband dan Karate. Dengan banyaknya aktivitas tersebut, tidak sedikit yang akhirnya memperoleh sejumlah penghargaan. “Beberapa kali ikut event penting perlombaan, seperti menang Lomba Cerdas Cermat, selain itu juga pernah menang menjadi juara umum di Bakrie,” tutur Kosasih. Meskipun, SD Juara Cakung terlihat seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), sebenarnya Sekolah Juara merupakan salah satu sekolah gratis. Dana yang dihimpun oleh SD Juara Cakung, merupakan dana dari para donatur. Dana para donatur tersebut disumbangkan melalui Rumah Zakat (RZ) dan setelah itu diberikan pada Yayasan Indonesia Juara Foundation untuk dikelola dan diberikan pada tiap Sekolah Juara yang tersebar di Indonesia.

                       

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *