lpmindustria.com – Minggu 5 Maret 2017, telah berlangsung acara budaya Betawi yaitu Gebyar Budaya Condet 2017 yang dilaksanakan di daerah Condet, Jakarta Timur. Acara ini bertujuan untuk melestarikan eksistensi budaya asli Betawi di kota DKI Jakarta.

Ratusan warga Jakarta terlihat memadati Jalan Raya Batu Ampar I, Condet, Jakarta Timur pada Minggu, 5 Maret 2017. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berbondong-bondong untuk mendatangi acara Gebyar Budaya Condet 2017. Gebyar Budaya Condet merupakan sebuah acara yang rutin dilaksanakan oleh warga Condet tiap tahunnya. “Gebyar Budaya Condet 2017 ini merupakan acara yang keempat kalinya. Acara ini sudah rutin kami laksanakan sejak tahun 2013,” ungkap Iwan Setiawan, selaku penanggung jawab acara Gebyar Budaya Condet 2017.

Tentunya, pria yang akrab disapa ‘Bang Iwan’ ini bukan tanpa alasan mengadakan acara Gebyar Budaya Condet. Sebagai warga asli Jakarta, tepatnya warga daerah Condet, Iwan Setiawan merasa perlu mempertahankan serta memperkenalkan eksistensi budaya asli Betawi di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta. “Saya sebagai warga asli Condet ingin mengangkat seni budaya Condet. Disamping itu, saya juga ingin memperkenalkan dan mempertahankan budaya asli Betawi melalui acara ini. Itu adalah kewajiban saya sebagai warga asli Betawi, asli Condet,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang mencolok dari acara Gebyar Budaya Condet 2017 dengan acara sebelumnya. Hanya saja, pada acara tahun 2016 diberi nama ‘Festival Condet’ .Pada tahun 2015, acara ini dinamakan ‘Lebaran Betawi Condet’. “Setiap tahun kita beda-beda tema. Pokoknya intinya ‘Ini Budaye Kite’. Kami punya moto untuk acara Gebyar Budaya Condet 2017 ini ‘Ini Budaye Kite, Kalau Bukan Kite Siape Lagi?’, ”ucapnya dengan penuh semangat.

Berbagai atraksi kesenian khas Betawi turut dihadirkan oleh panitia penyelenggaraan cara Gebyar Budaya Condet 2017. Mulai dari tarian khas Betawi seperti tari Topeng, tari Cokek, tari silat Betawi, hingga hadrah. Adapun penampilan beberapa atraksi kesenian khas Betawi ini dilakukan oleh beberapa sanggar Betawi yang berada di sekitar dan diluar wilayah Condet. Iwan Setiawan mengatakan biasanya tiga bulan menjelang acara Gebyar Budaya Condet, sanggar-sanggar Betawi tersebut berinisiatif mempersiapkan kesenian apa yang hendak dipentaskan. Selain menghadirkan beberapa kesenian khas Betawi, Gebyar Budaya Condet 2017 turut menyediakan beberapa kuliner dan pakaian khas Betawi. Beberapa stand jajanan kuliner khas Betawi tersebut yakni, kerak telor, dodol Betawi, kembang goyang, soto khas Betawi, dan sebagainya.

Pengunjung yang datang pun terlihat antusias menikmati pementasan kesenian budaya Betawi dan mencicipi kuliner yang telah disediakan, salah satunya ialah Jubaedah. Seorang ibu rumah tangga ini mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Cakung untuk mengisi liburan akhir pecan bersama keluarga. “Ini kunjungan saya yang kedua kalinya, sedikit jauh dari rumah, rumah saya di daerah Cakung. Intinya saya mau mengisi waktu liburan anak dan memperkenalkan budaya Betawi kepada anak saya,” tutur Jubaedah. Jubaedah pun berharap agar acara ini tetap diadakan setiap tahunnya. Walau pun zaman telah berganti, tetapi budaya Betawi harus tetap eksis hingga masa mendatang.

Nur Dewi Indriyanto I

 

 

 

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *