lpmindustria.com – Sejatinya, dongeng merupakan kisah yang dibuat secara fiktif oleh kelompok masyarakat tertentu dan bersifat hiburan semata bagi anak-anak. Hal yang cukup memprihatinkan, menyaksikan anak-anak, generasi masa depan bangsa, saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya di depan televisi, hanyut dalam permainan play station, dan sebagainya. Sampai saat ini kegiatan mendongeng sudah banyak ditinggalkan oleh para orang tua, karena dianggap merepotkan.

Cerita dongeng pun pada umumnya tidak masuk akal, dan pada akhirnya menimbulkan imajinasi dan kreativitas yang tidak terbatas oleh pembaca terutama untuk kalangan anak – anak. Biasanya dongeng dituturkan secara lisan oleh orang tua dan digunakan untuk pengantar tidur anak-anak. Orang tua kurang  menyadari bahwa dengan bercerita, dan mendongeng tersirat pesan yang mulia bahwa orang tua mengasihi, peduli, menggembirakan, dan  memberikan perhatian. Ini adalah asupan bagi perkembangan jiwa anak. Namun dibalik fungsi dongeng sebagai pengantar tidur, cerita dongeng juga terdapat pesan moral tersirat dari setiap kisahnya.

Walaupun setiap dongeng terdapat pesan moral, belum tentu pesan moral tersebut dapat langsung dicerna oleh anak – anak. Hal ini tergantung dari peran pendongeng bagaimana menekankan nilai pesan moral yang baik saat bercerita. “Nah, sebenarnya dalam dunia perdongengan peran dari pendongeng sangat penting dalam menekankan nilai moral yang baik dari cerita, serta menguatkan kesimpulannya,” ujar Ali Syafaat, selaku penggiat dongeng kepada brilio.net, saat dilansir Senin (20/3).

Indonesia pun mempunyai banyak cerita dongeng yang mempunyai nilai pesan moral didalamnya, dan masyarakat sudah tidak asing lagi dengan cerita dongeng seperti Malin Kundang, Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas, Roro Jonggrang, dan sebagainya. Adapun LPM Industria akan menjabarkan beberapa cerita dongeng yang mempunyai nilai pesan moral tersebut.

  1. Roro Jonggrang, Dongeng Candi Prambanan

Menceritakan tentang seseorang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada putri yang cantik dan jelita yaitu Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuat seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam. Tetapi, Roro Jonggrang berusaha untuk menggagalkan Bandung Bondowoso dalam membuat candi. Pesan moralnya jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain, hormati apa yang menjadi keinginan orang lain.

  1. Bawang Merah dan Bawang Putih

Dongeng yang merupakan cerita rakyat dari Riau ini bercerita tentang sosok Bawang Putih yang bersifat penyabar, ikhlas, rajin dan berbakti. Dikisahkan bahwa meskipun Bawang Putih harus rela hidup bersama dengan ibu tiri dan kakak tirinya yang serakah dan sombong, tapi Bawang Putih tetap berusaha menghadapinya dengan senang hati. Penggambaran sosok Bawang Putih yang tidak kenal putus asa untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan tersebut membuat cerita ini sulit dilupakan.

  1. Lutung Kasarung

Lutung Kasarung artinya monyet yang tersesat. Menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke bumi dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung yang buruk rupa pada akhirnya berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari. Bahkan, mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama. Pesan moral yang terkandung dalam cerita ini adalah kesabaran dan kemurahan hati Purbasari meski terkucilkan dari istana dan menerima dengan senang hati kebaikan seorang jelmaan kera sehingga pada akhirnya menemui kebahagiaan.

Deni Prasetiyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *