lpmindustria.com – Selain dikenal lihai dan hebat saat mengendarai mobilnya yang meluncur indah ditikungan tajam, ternyata Amandio memiliki keahlian lain dibidang desain grafis. Sehingga akhirnya Amandio menjadikan keahlian desain grafisnya tersebut menjadi peluang bisnis yang digelutinya selain menjadi seorang drifter muda.  

Emmanuel Adwitya Amandio, seorang pembalap nasional Indonesia dalam dunia motosport khususnya pada ajang kejuaraan drifting, yang telah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Amandio bergabung dengan team Achilles Motosport sejak tahun 2006 dan sukses menjuarai berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.     

Meniti karier didunia motosport sejak kecil, membuat Emmanuel Adwitya Amandio memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam berbagai kejuaraan motosport khususnya diajang drifting mobil. “Terjun ke dunia motosport tidak direncanakan. Awalnya suka main motor di jalan raya. Namun karena dirasa kurang aman, akhirnya lebih diarahkan ke mobil. Mulai dari rally, slalom, drifting, dan touring,” ujar Amandio saat ditemui pada acara seminar yang diselenggarakan oleh HIMABO Politeknik STMI Jakarta beberapa waktu lalu. Pertama kali terjun didunia rally membuatnya tidak sulit untuk menyesuaikan diri dengan cabang olahraga motosport roda empat lainnya, salah satunya adalah drifting. “Karena basic saya dari kecil adalah rally, sehingga untuk masuk ke slalom dan drifting agak mudah,” tutur Amandio.

Kini Amandio yang dikenal sebagai drifter (baca: pembalap dalam ajang drifting) nasional sudah membawa nama Indonesia dan karier bersama Achilles Motosport ke kancah Internasional. Selain itu, Amandio memiliki alasan khusus dalam menekuni motosport drifting. “Karena jenjang internasional drifting lebih mudah dibandingkan dengan cabang lainnya. Kita ambil contoh gokart, jenjangnya seperti gokart internasional, gokart dunia, dan formulanya (baca: ajang balap besar) sudah banyak,” ungkap Amandio yang menggunakan mobil Nissan Silvia S15 saat pertama kali terjun ke dunia drifting. Adapun Amandio memerlukan kurun waktu tertentu untuk menjadi seorang drifter dikelas profesional. “Awal drifting pada tahun 2007, lalu mulai ikut internasional pada tahun 2009 namun tidak masuk kualifikasi. Tapi pada tahun 2010 saya langsung juara 3 Asia,” ujar Amandio

Disela – sela kariernya sebagai drifter nasional, Amandio yang memiliki latar belakang akademis dibidang desain grafis mempunyai ide membuka bisnis car livery design dengan nama Moods Galery. Bisnis tersebut didirikan Amandio karena ia melihat peluang bisinis yang besar pada bidang tersebut di Indonesia. “Indonesia minim car branding market. Maka dari itu, bisnis ini memiliki peluang yang besar untuk kedepannya,” tutur Amandio. Pekerjaan tersebut dikerjakan olehnya sendiri sembari kuliah dan menjalankan kariernya didunia drifting. Dalam menjalankan bisnis tersebut, Amandio juga dibantu oleh beberapa karyawan. “”Pada saat bekerja, saya tidak membeda-bedakan karyawan. Adapun saya juga ikut kerja dengan karyawan, sehingga tidak ada sekat apapun,” ungkap Amandio.

Tak hanya sampai disitu, Amandio juga berencana untuk membuat sebuah sekolah khusus drifting. ”Rencana bisnis kedepannya saya ingin membuat sekolah drifting. Karena drifting itu adalah spesial skill, selain itu berhubungan juga dengan profesi,” ujar Amandio. Pada akhir segmen, Amandio memberikan beberapa tips bisnis kepada para audience yang sebagian besar berasal dari jurusan Administrasi Bisnis Otomotif, ”tips untuk membuka bisnis itu bisa menghubungkan karier dengan akademis, harus bisa tahu pasar dan sistem disekitar. Dan yang terakhir harus berbeda dari yang lainnya,” tutur Amandio.

Ahmad Raka Zulfikar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *