lpmindustria.comPada era teknologi saat ini yang semakin canggih, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada pendidikan tingkat menengah dan perguruan tinggi semakin mudah terselenggara. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya start up pendidikan yang bermunculan di Indonesia, salah satunya ialah Era Belajar.

Era Belajar, start up pendidikan yang didirikan pada September 2016 silam ini dianggap sebagai media yang menjembatani antara guru dengan murid maupun sebaliknya. Melihat peluang keberhasilan start up pendidikan di Indonesia (utamanya di Jabodetabek) yang cukup besar, membuat Rio Johan K beserta kedua temannya mendirikan usaha ini. “Era Belajar merupakan industri start up pendidikan sekaligus media yang mempertemukan antara guru dengan murid dan sebaliknya. Melihat banyaknya jumlah siswa dan mahasiswa di Jabodetabek, maka saya dan kedua teman saya terpikir untuk mendirikan sebuah PT. Kami berinama PT Ridaka Indonesia Cerdas,” ungkap Rio Johan K, selaku founder Era Belajar, ketika ditemui di Buaran Plaza. Rio pun menambahkan, dirinya semakin dimantapkan untuk mendirikan Era Belajar, karena pengalaman keberhasilannya sebagai kepala cabang suatu bimbingan belajar konvensional. “Saya sebelumnya merupakan kepala cabang disuatu bimbingan konvensional selama dua tahun. Mencoba bangun bimbel-nya dari nol. Lalu, pada tahun 2014 atau 2015, cabang yang saya pimpin termasuk lima cabang terbaik se-Indonesia,” tambahnya.

Era Belajar bukanlah start up pendidikan pertama yang menyediakan platform untuk menunjang proses KBM di Indonesia. Sudah banyak sekali start up pendidikan lain yang lebih dulu muncul dan sudah dikenal. Hanya saja, Era Belajar memiliki sedikit perbedaan dengan beberapa start up pendidikan yang sudah ada. Era Belajar tidak hanya menyediakan pilihan mata pelajaran bagi sekolah dasar dan menengah, melainkan terdapat pilihan mata kuliah bagi mahasiswa. “Perbedaannya dengan start up lain tidak terlalu mencolok. Hanya saja kami menyediakan juga pilihan mata kuliah bagi mahasiswa juga. Kita pernah dapat murid seorang mahasiswa yang kesulitan belajar matematika ekonomi dan bisnis. Kebetulan ada guru di Era Belajar sebagai asisten dosen disuatu Universitas di Jakarta, nah yasudah kami bantu,” ujar Rio. Selain itu, Era Belajar menyediakan materi pembelajaran bagi masyarakat umum yang ingin mengembangkan potensi dalam dirinya. Mulai dari pengembangan keterampilan berbahasa, teknologi, robotic, olahraga, dan sebagainya. “Tidak hanya pelajaran sekolah dan kuliah, kami juga menyediakan pembelajaran untuk umum. Saat ini, kami berkesempatan untuk mengisi kegiatan ekstrakulikuler disalah satu SMA di Depok tentang Bahasa Jepang. Bahkan kami juga menyediakan kelas pajak dan robotic,” papar Rio.

Saat ini, user dapat mengakses website Era Belajar agar bias menggunakan jasa pelayanan di Era Belajar. User dapat memilih apakah ingin menjadi murid atau guru. Secara teknis, user yang telah terdaftar sebagai murid dapat memilih mata pelajaran serta guru sesuai dengan preferensinya (baca: keinginannya). Setelah memilih mata pelajaran dan guru sesuai dengan keinginan, murid akan dihubungi oleh pihak Era Belajar guna mengonfirmasi kebenaran pemesanan. Jika pemesanannya tersebut telah dikonfirmasi, maka proses belajar mengajar dapat dilakukan. Era Belajar pun juga tidak memberatkan bagi user yang ingin mendaftar sebagai guru. “User yang ingin memilih menjadi guru di Era Belajar, hanya melakukan sign up sebagai guru. Setelah itu, mengisi data-data yang diperlukan dari tampilan website user guru. Menjadi guru di Era Belajar bukanlah harus seseorang yang ahli disuatu bidang, mahasiswa pun bias menjadi guru disini,” ungkap Mayori, salah satu pengajar di Era Belajar yang juga mahasiswa UNJ jurusan Tata Boga. Mayori pun menambahkan untuk menjadi tenaga pengajar di Era Belajar, pribadi tersebut tidak cukup mengandalkan kepintaran saja, melainkan keinginan untuk mencerdaskan serta kepandaian dalam membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Peningkatan user diwebsite dan jumlah permintaan belajar yang turut meningkat, tidak membuat Rio berpuas diri. Ia masih ingin Era Belajar mengalami peningkatan lagi dalam jumlah guru dan murid, merampungkan aplikasi, serta berharap Era Belajar dapat dikenal masyarakat luas. “Aplikasi Era Belajar saat ini masih dalam bentuk beta, target saya aplikasi tersebut sudah dapat digunakan pada tahun ajaran sekolah mendatang. Harapan saya hanya tiga saja. Meskipun kelihatannya sepele, namun dibutuhkan usaha serta tanggungjawab yang tinggi agar tercapai,” tutup Rio.           

Nur Dewi Indriyanto I

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *