lpmindustria.com – Piala dunia atau world cup merupakan ajang olahraga bergengsi nomer satu dan paling di favoritkan oleh seluruh penduduk dunia, ajang yang diadakan empat tahunan ini di diselenggarakan oleh induk sepak bola terbesar dunia (FIFA).

Piala yang diperebutkan oleh negara-negara dengan tim nasional sepak bola terbaik dunia ini diadakan setiap empat tahun sekali. Pada tahun 2018 nanti ajang ini akan diadakan di Negara Rusia. Lepas dari piala dunia 2018, FIFA sudah mengambil ancang-ancang untuk menetapkan tuan rumah piala dunia di tahun 2022, yaitu di Qatar. Namun ada kendala mengenai hal tersebut, seperti diketahui Qatar dituding oleh negara-negara Arab mendukung berbagai pergerakan kelompok radikal seperti Ikhwanul Muslimin, ISIS, dan Al-Qaeda.

Fakta tersebut membuat FIFA ketar-ketir. Mereka khawatir gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar akan dibayangi aksi terorisme. Melalui surat elektronik, FIFA mengajukan pertanyaan kepada pemerintah Qatar tentang isu miring tersebut. “Kami belum bisa memberikan komentar lebih lanjut.” Begitu pernyataan juru bicara FIFA, dilansir Marca. Rumor Qatar mendukung pergerakan kelompok radikal ternyata sudah membuat negara-negara peserta Piala Dunia khawatir.

Jerman salah satu Negara yang khawatir mengenai hal tersebut, Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) akan mendiskusikan masalah ini dengan pemerintah lokal. Mereka ingin meminta saran dengan Departemen Keamanan, lantaran situasi politik Qatar yang kurang kondusif. “Kami juga bakal membangun komunikasi dengan Induk sepak bola Eropa (UEFA). Masih ada lima tahun lagi sebelum Piala Dunia dimulai. Saat ini, prioritasnya adalah memberikan solusi politik ketimbang melakukan aksi boikot,” ungkap Presiden DFB, Reinhard Grindel.

Lepas dari masalah tersebut, Qatar sendiri  terlihat menggebu-gebu dalam upayanya membangun stadion dan fasilitas yang akan dijadikan tempat untuk ajang Piala Dunia 2022 mendatang. “Total 200 miliar dolar Amerika Serikat (Rp2.663 triliun) dihabiskan untuk pembangunan stadion, jalan raya, bandara internasional terbaru dan rumah sakit,” tutur Ali Shareef Al-Emadi, selaku Menteri Keuangan Qatar. Selain itu, Qatar juga sudah menggelontorkan dana hampir 500 juta dolar Amerika Serikat per pekan untuk merampungkan proyek ini, dan semua pengerjaan diperkirakan selesai dalam waktu tiga sampai empat tahun kedepan. “Kami bekerja keras agar semua orang melihat bahwa kami sudah siap untuk menggelar Piala Dunia tahun 2022 mendatang,” tutup Ali Shareef Al-Emadi.

Pridi Nurwanto

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *