lpmindustria.com – Kota Jakarta merupakan salah satu yang memiliki banyak daerah industri. Pastinya, dengan semakin pesatnya pula, tingkat pencemaran udara pun kian meningkat.

Peningkatan polusi udara yang semakin tidak terkendali, membuat Jakarta diambang kekhawatiran. Hasil riset Greenpeace Indonesia menyebutkan bahwa salah satu polutan paling berbahaya, Particulate Matter (PM) 2.5, sudah jauh melebihi ambang batas di wilayah Jabodetabek. Pemantauan yang dilakukan Greenpeace Indonesia selama Februari dan Maret 2017 memperlihatkan data yang mencengangkan. Salah satu wilayah Jakarta yakni Cibubur, memiliki tingkat PM 2.5 rata-rata selama dua bulan berada di angka 103.2 µg/m3. Padahal, standar batasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 25 µg/m3 dan standar minimum Baku Mutu Udara Ambien Nasional 65 µg/m3. Sudah sangat jelas melewati batas.

PM 2.5 adalah polutan yang secara diam-diam bisa langsung membunuh manusia. Polutan ini sangat kecil, berukuran satu per tiga puluh dari satu helai rambut, dan bias menyebabkan berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit pernafasan akut pada anak, penyakit paru kronis, penyakit jantung, kanker paru-paru, hingga stroke. Efek yang ditimbulkan tersebut pastinya membuat masyarakat Jakarta dilanda rasa cemas. Sebagian masyarakat Jakarta pun tidak menyadari bahwa kualitas udara di Jakarta semakin memburuk. Hal tersebut menunjukkan upaya-upaya penanggulangan tidak sebanding dengan kualitas udara yang dihasilkan.

Efek dari industrialisasi dapat timbul dari berbagai macam sumber, baik kendaraan bermotor maupun pabrik industri. Semakin hari terlihat bahwa banyak warga Jakarta mengidap penyakit gangguan pernapasan. Menurut data KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbel), 58% dari total warga Jakarta, yakni sebanyak 9,6 juta orang, mengalami permasalahan pernapasan akut. Angka tersebut didapat dari hasil survei rumah sakit di seluruh Jakarta pada tahun 2010.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, membenarkan bahwa penyakit kanker menjadi tren saat ini. “Sekarang sudah ada di urutan empat. Naiknya cepat sekali,” imbuhnya. Penyakit kanker sebelumnya tidak pernah diprediksikan menjadi penyakit yang paling banyak diidap oleh warga Jakarta. Kesadaran dari diri sendiri dan para pihak yang bersangkutan sangatlah dibutuhkan. Kerjasama dirasa perlu agar semua pihak ikut melaksanakan tanggung jawab secara bersama-sama. Pelestarian lingkungan dari pihak perusahaan terhadap lingkungan sekitar bisa sedikit membantu. Lalu, para pengendara bermotor bisa menggunakan kendaraan umum ataupun mengganti sumber bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Dengan sebuah tindakan kecil yang nyata, bisa memberikan efek yang begitu luas nantinya.

Imas Listyaningsih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *