Judul Buku: Pikiran dan Perjuagan

Penulis: Sutan Sjahrir

Penerbit: Penerbit Jendela

Tahun Terbit: Cetakan I, Juli 2000

Tebal Halaman: 194 halaman

ISBN: 979-95978-2-X

Dewasa ini, ancaman disintegrasi (perpecahan) pada Bangsa Indonesia sering terjadi. Ancaman yang hadir tersebut tidak terlepas dari menurunnya rasa persatuan dan keinginan masyarakatnya untuk berdamai antar sesama. Pertanyaannya, jika rasa persatuan dan perdamaian sudah mulai hilang, bagaimana masyarakat Indonesia bisa menghadapi ancaman disintegrasi serta membentuk negara yang maju? Kemudian, bagaimana bisa merubah kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik?

Dilihat dari kondisi Indonesia yang sering terancam akan disintegrasi, perlu masyarakat mempelajari makna persatuan dari buku “Pikiran dan Perjuangan”. Buku tersebut merupakan hasil pemikiran Sutan Sjahrir yang ditulis dalam surat kabar Daulat Ra’jat. Dalam tulisannya, ia menekankan betapa penting sebuah persatuan dan perdamain untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Selain itu, terdapat beberapa pemikiran lain dalam buku tersebut, seperti di bidang kesusastraan.

Buku ini secara garis besar menjelaskan bagaimana sikap suatu organisasi perjuangan atau partai dalam menghadapi berbagai macam polemik yang terjadi. Strategi dan taktik sangat penting saat menjalankan perjuangan di suatu partai. Sebab, dalam perjuangan yang dilakukan perlu menggunakan strategi dan taktik revolusioner seperti non-kooperasi dan aksi massa. Sejatinya, dua dasar tersebut merupakan senjata dan alat perjuangan rakyat jelata yang tersusun rapih dan teratur.

“Terjunlah ke rakyat jelata! Itulah ajaran yang terpenting. Ke rakyat jelata! Dikalangan itu terdapat kesulitan-kesulitan yang amat bera, dan mengorbankan diri mereka sendiri. Namun, demikian hanya inilah satu-satunya jalan yang benar. Terjun ke rakyat jelata tanpa memedulikan segala rintangannya karena radikalisme yang revolusioner hanya berkembang selama massa proletar (rakyat jelata dan buruh) masih bernyawa.” (hlm 19)

Selain itu, dengan kondisi masyarakat yang belum paham makna “Persatuan”, membuat buku ini menjadi salah satu pilihan. Sebab, dalam buku ini menjelaskan bahwa persatuan bukan merupakan tujuan. Melainkan, suatu syarat dan tindakan yang dapat memperkuat barisan perjuangan itu sendiri atau disebut juga sebagai “Barisan Persatuan”. Barisan persatuan digambarkan melalui organisasi-organisasi seperti Radicale Concentrate (RC), National Indisch Congress (NIC), Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), Kongres Indonesia Raya.

Sayangnya, di dalam buku ini terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan kata, sehingga menimbulkan bahasa yang kurang dipahami dengan baik. Selain itu, banyaknya bahasa asing membuat pembaca perlu menterjemahkan kata yang tertulis. Meski begitu, buku ini dapat menjelaskan mengenai pembentukan organisasi atau partai. Dimana, organisasi ini ditujukan untuk bisa bertanggung jawab kepada masyarakat. Di sisi lain, buku ini memberikan pemahaman terkait “Persatuan” baik dalam kehidupan biasa maupun berorganisasi.

Aditya

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *