lpmindustria.com – Deru ombak Pantai Sari Ringgung, mengiringi bincang sore dengan anak 14 tahun yang sudah tidak lagi bersekolah.

Riski Febrianto, 14 tahun, seorang anak pesisir pantai yang kini bekerja untuk memenuhi kehidupannya. Ia yang selama ini tinggal di Panti Asuhan Pramuka, kini berpindah ke Pantai Sari Ringgung, Lampung. Setelah dibawa seseorang keluar dari panti asuhan, Riski tidak lagi dapat melanjutkan sekolahnya dan pergi dari keluarga yang membawa dirinya. Ia yang pendiam ini sulit diketahui latar belakangnya, “Dia tidak mudah mengungkapkannya kepada kita, sulit sekali dan dia hanya menjawab dengan satu dua kata,” ujar Uniroh Utami, selaku Ketua Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T).

Sudah dimulai dari sebelum bulan Juni 2017, Riski ikut dengan Uniroh dalam kegiatan SP3T di Pulau Tegal. Meski awalnya sebatas bantu angkat barang, kini ia mulai tertarik dengan kegiatan-kegiatan sukarelawan di Pulau Tegal. Pada awalnya ia berkata tidak memiliki minat untuk melanjutkan sekolah. Namun, dari tindakannya kini terlihat ia masih memiliki minat menempuh pendidikan. Bahkan, ketika ditanya mengenai cita-cita, Riski menjawab ingin menjadi seorang pilot. “Saya ingin menjadi seorang pilot,” ungkap Riski, ketika mewarnai gambar masjid dari sukarelawan Pulau Tegal. Selain itu, Riski pun masih mengingat hal-hal menarik selama ia bersekolah. Seperti bermain tikus dan kucing, permainan kejar-kejaran dalam lingkaran dan belajar Matematika (MTK).

Saat hadir di Pulau Tegal, Riski sangat cepat beradaptasi dengan anak-anak seumurannya. “Menurut saya ajaib, karena Riski bisa cepat untuk bergaul dengan anak-anak seumurannya,” ungkap Uniroh. Teman-temannya di Pulau Tegal berteman baik dengan Riski. Meski memiliki pergaulan kurang baik selama di Pantai Sari Ringgung, ia tidak memberikan dampak buruk kepada anak-anak di Pulau Tegal.

Uniroh berpikir, meski belum memiliki minat untuk belajar di pendidikan formal, semoga Riski memiliki pemahaman hidup yang lebih baik dibanding dengan kehidupan yang ada di Pantai Pesisir Sari Ringgung. Uniroh pun memiliki harapan agar Riski dapat melanjutkan pendidikannya.”Saya berharap dapat merubah pikirannya untuk melanjutkan pendidikan dan tahun depan dapat mengikuti penyetaraan pendidikan,” harap Uniroh. Selain itu, Uniroh juga berharap ada ibu asuh yang memasukkan nama Riski ke dalam Kartu Keluarga (KK) agar memiliki identitas.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *