lpmindustria.com- Southeast Asian Games (SEA Games) merupakan ajang pertandingan bidang olahraga antar negara ASEAN. Pada tahun ini, negara Malaysia menjadi tuan rumah dalam perhelatan acara akbar ini . Bumbu-bumbu kecurangan menyengat Tim Indonesia di tiap cabang olahraga.

Penobatan juara umum pada ajang SEA Games 2017 jatuh kepada negara Malaysia. Indonesia sendiri hanya berhasil membawa pulang medali emas sebanyak 38 buah dari berbagai bidang. Akan tetapi, Indonesia menjadi salah satu korban kecurangan yang disengaja oleh pihak lawan, Malaysia. Berikut beberapa rangkuman kegiatan yang menjadi sasaran kecurangan pihak tuan rumah.

  1. Bendera Indonesia Terbalik

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengungkapkan kekecewaanya melalui akun sosial media Twitter. Beliau berkata bahwa di dalam atau isi buku pembukaan SEA Games 2017 terdapat gambar lambang bendera semua anggota ASEAN. Adapun foto bendera negara Indonesia terlihat sangat terbalik. Ini merupakan sesuatu yang bisa membuat hubungan antar negara renggang.

 

  1. Timnas Sepak Takraw Walk Out

Ketika pertandingan antara tim Sepak Takraw Indonesia vs Malaysia dilaksanakan,  hasil skor 16-10. Hal tersebut ditunjukkan oleh para pemain Indonesia yang telah melakukan service namun dianggap oleh wasit sebagai bentuk pelanggaran dan poin untuk tim Malaysia. Tak terima servicenya dianggap pelanggaran para pemain dan pelatih melakukan protes keras ke wasit, dan akhirnya tim Indonesia memutuskan untuk walk out.  “Service pertama kami dibatalkan wasit. Sedikit-sedikit dibatalkan oleh wasit. Bagaimana kami mau main, kasian anak-anak jadi tertekan mereka. Ini ada indikasi sudah diatur, sudah tidak beres pertandingan ini,” ujar Abdul Gani asisten pelatih timnas sepak takraw.

 

  1. Dicurangi juri Pencak Silat

Pasangan ganda putra pencak silat Indonesia Hendy dan Yolla merasa kecewa akan kinerja juri pertandingan tersebut. Kamis (24/08/2017), Yolla dan Hendy tampil gemilang dengan gerakan-gerakan khas pencak silat Indonesia. Namun apa daya, sang juara bertahan dunia ini yang juga pernah menang dalam SEA Games 2015 terpaksa harus puas dengan raihan medali perak. “Dalam sepanjang sejarah ganda putra yang saya telah  mainkan,  jumlah nilai tertinggi yakni 570. Waktu tersebut memecahkan rekor di Kejuaraan Dunia di Phuket, Thailand, yang mana mereka (Thailand) tidak berhasil naik podium atau menjadi juara. Disini, seperti sihir bisa 582 itu tolok ukur yang sangat tinggi,” protes Yolla, dilansir detikcom.

Beberapa bentuk kecurangan yang telah dialami oleh atlet-atlet Indonesia tidak menyurutkan rasa semangat dalam semaraknya SEA Games 2017. Akan tetapi, pemerintah juga harus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ASEAN Games 2018, yang mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Aulia Irfan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *