lpmindustria.com- Penemuan terus berkembang tanpa henti, begitu pun dengan Indonesia. Predikat “The Best Performance” 2017 dalam kompetisi GreenMech berhasil diraih tim Indonesia untuk pertama kali.

Tim Indonesia berhasil membuktikan kegigihannya dalam kancah internasional. Kompetisi GreenMech berlangsung pada 4 Agustus 2017 di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China. Selain dari Indonesia, kompetisi ini diikuti oleh beberapa negara. “Ada 25 negara dengan 85 tim untuk tingkat SD (Sekolah Dasar). Indonesia mengirimkan tiga tim tingkat SD,” kata Mulia Anton selaku Direktur Rumah Edukasi. Rumah Edukasi merupakan perwakilan GreenMech di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan untuk guru dan kompetisi untuk anak-anak.

Salah satu tim Indonesia berhasil mendapatkan penghargaan, “kami dari SD Tarakanita 5 Rawamangun mendapatkan penghargaan ‘The Best Performance’ ,” ujar Alphatar, siswa kelas 6, di Bekraf Habibie Festival 2017. Tim ini terdiri dari empat siswa, yaitu Alphatar, Kanaya, Sakti dan Bella.

Kompetisi GreenMech merupakan kompetisi membuat struktur mekanikal yang menyenangkan dengan tindakan yang sederhana. Prinsip yang digunakan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Tema yang diusung dalam kompetisi GreenMech tahun ini adalah melindungi bumi dari serangan meteor. “Alat yang kami buat, kami beri nama The Angle on Earth, yaitu malaikat pelindung di dunia. Fungsi dari alat ini untuk melindungi bumi dari serangan meteor,” jelas Alphatar. Alat- alat yang dipakai dalam berkompetisi berasal dari pihak sponsor yakni Gigo.

Berkat ketertarikan empat anak tersebut dalam bidang science, memotivasi mereka untuk mampu membuat rangkaian alat ini. Alphatar menambahkan bahwa timnya sangat bekerja keras bahkan rela menghabiskan waktu liburannya. Alat peraga dimaksudkan agar lebih paham. “Saya tertarik membuat alat ini karena kalau belajar science tidak pakai alat peraga tidak seru, ”ujar Kanaya, salah satu anggota tim.

Sebagai pemuda Indonesia, mereka sangat mengharapkan adanya dukungan dari berbagai stakeholder, salah satunya pemerintah Indonesia. “Semoga pemerintah Indonesia bisa lebih memperhatikan hal-hal seperti ini, dan didukung supaya bisa membuat alat seperti ini” ucap Alphatar. Mereka juga berpesan untuk masyarakat Indonesia, bahwa jangan takut mencoba hal baru.

Selama mengikuti kompetisi GreenMech, banyak kesan yang sangat positif dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kedepannya. “Menurut saya, kompetisi ini sangat bagus karena dapat mengasah kreatifitas kita” ucap Sakti. Selain itu, menurut Alphatar kompetisi ini sangat menyenangkan dan cukup menantang.

Aliya Nur Fathiya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *