lpmindustria.com – Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak jalanan karena pada tahun 1997 Sahabat Anak hadir untuk mereka. Sahabat Anak sangat peduli dan sayang terhadap kondisi anak jalanan pada saat itu. Sahabat Anak juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi relawan untuk anak – anak jalanan tersebut.

Indonesia sebagai negara berkembang dinilai memiliki banyak permasalahan yang harus dihadapi oleh pemerintah maupun masyarakatnya. Salah satu permasalahan tersebut yakni masalah ekonomi. Dampak dari permasalahan ekonomi dapat dilihat dari tingginya tingkat pengangguran di Indonesia sehingga banyak masyarakat yang belum memiliki kehidupan layak.  Daerah Ibu Kota Jakarta sekalipun tak luput dari pemandangan anak – anak yang terlantar di jalanan. Banyak dari mereka yang menjadi pengamen atau pengemis untuk menyambung kebutuhan hidup. Dalam rangka menolong kehidupan sosial mereka, saat ini banyak lembaga atau yayasan yang memberikan pencerdasan kepada anak jalanan. Salah satu yayasan tersebut yakni Yayasan Sahabat Anak.

Yayasan Sahabat Anak berdiri pada tahun 1997 yang bertujuan memberikan kesadaran kepada setiap orang bahwa setiap anak jalanan memiliki hak untuk diberikan kasih sayang, seperti anak – anak pada umumnya. Program yang dijalankan oleh Yayasan Sahabat Anak ini adalah bimbingan belajar dengan melalui pendekatan kepada anak jalanan. “Kita lakukan dengan cara mendampingi mereka. Selain itu kita juga mempunyai tujuh bimbingan belajar yang tersebar di area urban Jakarta, ” ujar Linayati Tjindra selaku Pembina Yayasan Sahabat Anak. Waktu bimbingan belajar fluktuatif, karena perlu ada penyesuaian jadwal dari volunter dan anak – anak jalanan. Selain mengadakan bimbingan belajar, Yayasan Sahabat Anak juga mengadakan Jambore Anak Jalanan untuk memperingati Hari Anak Nasional pada 23 April 2017 di Ragunan, Jakarta.

Dalam mengadakan Jambore Anak Jalanan, Yayasan Sahabat Anak mengajak partisipasi kaum muda dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, ISTN (Institut Sains dan Teknologi Nasional), dan perguruan tinggi lainnya. Tujuan diadakannya Jambore yakni untuk mempertemukan anak jalanan dengan orang – orang yang peduli kepada mereka. “Saat Jambore setiap kakak pendamping secara intensif menjadi sahabat untuk anak – anak, tidak hanya menemani namun juga ada sesi sharing pengalaman kepada anak jalanan. Ada pula games menarik yang dapat diikuti oleh anak – anak, ” tutur Sasqia selaku Koordinator Jambore Anak Jalanan kepada Berita Satu. Terdapat 800 peserta yang megikuti Jambore Anak Jalanan. Para anak jalanan pun turut senang karena dengan acara ini mereka dapat belajar segala hal.  “Melalui games yang diadakan oleh kaka pendamping, kita banyak belajar tentang saling mengasihi, tolong menolong, dan membantu kepada teman yang sedang kesusahan, ” ucap Michelle peserta Jambore Anak Jalanan.

Yayasan Sahabat Anak juga mengadakan kampanye “STOP BERI UANG”, yakni berhenti memberi uang kepada anak – anak jalanan. Dari sekian penelitian yang dilakukan sejumlah LSM, uang yang diperoleh anak – anak jalanan sebagian besar tidak mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. Uang yang dihasilkan oleh anak – anak jalanan rata – rata digunakan untuk jajan, menyewa konsol elektronik seperti warnet atau play station, dan setoran kepada senior mereka di jalanan. Maka dari itu, Yayasan Sahabat Anak mengajak masyarkat untuk menyediakan biskuit, permen, buah, susu kotak/botol, atau barang – barang bermanfaat lainnya yang langsung bisa diberikan kepada anak jalanan. Khusus untuk uang, salurkan melalui lembaga dipercaya untuk membantu anak – anak itu mendapatkan kesempatan di bidang pendidikan, seni, atau ekonomi.      

Yudhi Anggara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *