Pihak manajemen kampus tengah membenahi beberapa fasilitas yang ada di Politeknik STMI Jakarta. Salah satu fasilitas tersebut yakni kursi dan meja dosen.

Kini, sarana dan prasarana Politeknik STMI Jakarta terus dibenahi. Salah satu fasilitas yang diperbarui oleh pihak kampus yakni kursi dan meja dosen di setiap kelas. “Pengadaan kursi dan meja dosen ini sudah dilakukan sejak bulan September,” ujar Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur II Bagian Sarana dan Prasarana.

Politeknik STMI Jakarta melakukan kerja sama dengan pihak luar yaitu perusahaan rekanan untuk dijadikan mitra dalam hal pembangunan maupun pengadaan fasilitas kampus. “Pihak kampus melakukan penawaran kepada rekanan dalam pengadaan barang dan jasa, dalam hal ini kursi dan meja dosen. Namun pembayaran kepada rekanan belum dilakukan, karena masih menunggu revisi DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran),” jelas Dedy Trisanto.

Meja dosen yang baru memiliki pembaruan model dari meja dosen sebelumnya. Semua meja dosen akan dilengkapi dengan computer all in one. Hal ini bertujuan agar lebih mempermudah dosen dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Konsep computer all in one dalam artian monitor, CPU, keyboard, dan mouse ada di satu tempat tersebut. Jadi, tempat CPU nya tidak terpisah dari beberapa perangkat lainnya,” tutur Dedy. Dampak dari penggunaan meja baru ini dirasakan langsung oleh Hasan Sudrajat selaku dosen di Politeknik STMI Jakarta. “Fasilitas meja dosen di kelas sudah sangat bagus dengan model barunya yang seperti ini,” ujarnya.

Selain fasilitas kursi dan meja dosen, yang perlu diperhatikan oleh pihak kampus adalah kelengkapan alat proyektor beserta layarnya pada gedung B dan C. Kurangnya fasilitas yang ada di gedung B dan C membuat mahasiswa kurang nyaman dalam menggunakan ruangan tersebut. “Beberapa ruangan di gedung B dan C tidak tersedia proyektor dan fungsi pendingin udara juga belum maksimal. Hal ini menurut saya bisa mempengaruhi kegiatan belajar mengajar,” ungkap Dita Auliani sebagai mahasiswa TIO (Teknik Industri Otomotif) 2016. Namun, pihak kampus mengungkapkan bahwa saat ini belum ada rencana untuk melakukan pengadaan proyektor. “Kemampuan kita baru bisa memenuhi gedung A terlebih dahulu. Selain itu, pihak kampus belum melakukan pengadaan proyektor, karena belum adanya keuangan yang tersedia dan harus ada belanja modal,” ujar Dedy. Ia menambahkan jika ada proyektor yang rusak, pihak kampus akan mencoba untuk memperbaikinya.

Nur Salam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *