lpmindustria.com – Pemerintah DKI Jakarta sedang berupaya untuk meluaskan jalur pedestrian di wilayah ibu kota. Hal itu dilakukan sebagai persiapan DKI Jakarta dalam menyambut Asian Games 2018. Namun, upaya tersebut menimbulkan kemacetan parah, khususnya di Jalan Sudirman – Thamrin.

Asian Games akan segera dimulai, Indonesia sebagai tuan rumah telah menyiapkan berbagai persiapan, salah satunya pembangunan infrastruktur jalur pedestrian atau trotoar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah melakukan perluasan trotoar sepanjang 80 km. “Kami targetkan perluasan jalur pedestrian itu selesai pada Juli 2018 mendatang sehingga sudah bisa digunakan pada saat Asian Games tahun depan,” tutur Djarot Saiful Hidayat pada September lalu, dikutip dari Antara.  

Salah satu jalur yang mengalami perluasan berada di Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin. Namun, perluasan trotoar ini menuai pro dan kontra. Pasalnya, perluasan jalur ini mengorbankan ribuan pohon. Berdasarkan data dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta bahwa total keseluruhan jumlah pohon mencapai 9.350 pohon, dengan rincian 8.771 pohon di Jalan Sudirman dan 579 pohon di Jalan Thamrin. “Jadi, akan ada semacam restorasi (baca: pemugaran) besar-besaran sepanjang Sudirman─Thamrin. Kami mohon maaf kepada masyarakat karena ada ribuan pohon yang akan dipindahkan dalam waktu dekat,” ujar Saefullah, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, dikutip dari Liputan 6.

Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Syarifudin, mengkritik langkah yang diambil Pemprov DKI Jakarta mengenai penebangan pohon. “Pemerintah seharusnya tidak perlu menebang pepohonan, apabila yang dilakukan hanya restorasi trotoar. Alasannya, pohon-pohon tersebut tak hanya bermanfaat bagi pejalan kaki, melainkan juga bagi pengendara roda dua,” tuturnya, dikutip dari tirto.id. Ahmad Syarifudin menyarankan bahwa alangkah baiknya jika perluasan trotoar dapat mengambil sebagian jalur roda dua. Namun, jika masih kurang, dapat melebarkan ke arah gedung, seperti yang pernah direncanakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Namun, saran yang ditawarkan Ahmad Syarifudin tidak dipertimbangkan oleh Dinas Bina Marga maupun Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

Pohon yang telah ditebang diupayakan tidak dibuang. “Pohon yang telah ditebang akan dipindahkan ke aset pemda, seperti taman BMW yang nantinya dilakukan pembibitan dan pemeliharaan pohon. Kami akan mencarikan lahan di sekitar Sudirman – Thamrin untuk ditanami pohon sehingga memberikan udara bersih,” jelas Saefullah.

Selain menyebabkan semakin gersangnya ibu kota karena pepohonan yang direstorasi. Perluasan jalur pedestrian ini menyebabkan di beberapa ruas jalan ibu kota semakin macet. “Biasanya, setelah Ashar itu macet karena trotoarnya diperlebar. Terlebih, jalan kita sudah diambil‎ transjakarta,” keluh Hasanudin, selaku pengguna jalan, dikutip dari Sindonews. Pemerintah tidak tinggal diam dalam menanggapi keluhan masyarakat seperti itu. “Program ini merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengajak masyarakat agar lebih sering berjalan kaki. Saya pun mengajak masyarakat untuk beralih kekendaraan masal,” tutur Riri Asnita, Kepala Seksi Perencanaan Prasarana dan Utilitas Bina Marga DKI Jakarta.

Linda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *