lpmindustria.com – Laboratorium Proses Industri Manufaktur Politeknik STMI Jakarta sedang direnovasi untuk mendukung sistem laboratorium yang terintegrasi. Namun, pembangunan tersebut memiliki sedikit kendala dan berakibat pada proses belajar-mengajar yang kurang kondusif.

Saat ini pihak kampus sedang melakukan renovasi Laboratorium Proses Industri Manufaktur (PIM). Renovasi ini bertujuan untuk membangun Gedung D yang terdiri dari lima lantai. “Lantai pertama dan kedua akan dijadikan Laboratorium PIM dan tiga lantai lainnya akan dijadikan sebagai Laboratorium Dasar Otomotif,” ujar Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur II. Adapun layout (baca: tata letak) Laboratorium PIM tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan. “Perubahannya hanya pada instalasi listrik dan layout-nya. Nantinya laboratorium tersebut akan terintegrasi di setiap lantai mulai dari lantai 1 hingga lantai 5,” tambah Dedy Trisanto.

Politeknik STMI Jakarta berencana untuk mengintegrasikan semua laboratorium yang ada di tiap-tiap Gedung A, B, C, dan D. Pengintegrasian tersebut akan menggunakan sistem satu gedung satu prodi, terkecuali di Gedung A. “Laboratorium yang terdapat di Gedung A dikhususkan untuk prodi Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO) dan Administrasi Bisnis Otomotif (ABO). Lalu, untuk Gedung B akan digunakan untuk laboratorium prodi Teknik Kimia Polimer (TKP). Kemudian, laboratorium di Gedung C dan D digunakan untuk prodi Teknik Industri Otomotif (TIO),” jelas Dedy Trisanto.

Pembangunan Laboratorium PIM tidak berjalan mulus begitu saja. Pembangunan itu dinilai lambat karena dalam waktu tujuh minggu ditargetkan penyelesaian mencapai 30%, tetapi baru terselesaikan sekitar 15%. Keterlambatan itu terjadi karena salah perencanaan dalam perhitungan kedalaman pengeboran. Namun, pihak kontraktor akan melakukan speed up (baca: percepatan) untuk mengejar ketertinggalan tersebut. “Sesuai dengan kesepakatan awal, proyek ini akan dikerjakan selama sembilan puluh hari. Jadi, kami kehilangan sepuluh hari karena keterlambatan kemarin. Dengan sisa waktu yang ada, kami akan berusaha menyelesaikannya paling lambat sampai dengan 29 Desember 2017,” ujar Sutiono selaku Kontraktor Pembangunan.

Selama proses renovasi, mesin-mesin yang terdapat di Laoratorium PIM dipindah sejauh beberapa meter dari posisi sebelumnya. Kini, mesin Computer Numerical Control (CNC) dan mesin konvensional tidak bisa beroperasi untuk sementara waktu. Pak Nur sebagai salah satu Instruktur Laboratorium PIM mengungkapkan bahwa mesin tersebut perlu proses maintenance sehingga harus mendapatkan suplai listrik yang cukup setiap harinya. Ketika suplai listrik tidak cukup, baterai mesin akan bekerja secara otomatis selama satu bulan. Lalu, jika baterai telah habis, mesin akan kehilangan semua data yang ada. Mesin CNC seperti ini meliputi mesin CNC tiga axis dan lima axis. “Jadi, untuk pemanasan mesin pada pagi hari hanya untuk mensuplai arus listrik dan melepas tombol emergency-nya. Maintenance yang bisa dilakukan hanya sampai di situ untuk saat ini,” jelas Pak Nur.

Selama berjalannya proses renovasi, tentu menimbulkan beberapa dampak yang dirasakan oleh mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Dampak umum yang dirasakan yakni lahan parkir yang semakin sempit dan terganggunya proses belajar-mengajar yang disebabkan oleh suara bising dari alat berat dalam renovasi tersebut. Namun, mahasiswa prodi TIO terkhusus angkatan 2016 merasakan dampak yang cukup besar yakni tidak mendapatkan praktik langsung pada mata kuliah Proses Produksi Manufaktur Industri Otomotif 2. Akibatnya mereka hanya mendapatkan teori pada mata kuliah tersebut. Kepala Program Studi (Kaprodi) TIO menghimbau kepada mahasiswa TIO angkatan 2016, apabila mereka menginginkan praktik menggunakan mesin, dapat mengambil jam tambahan pada semester yang akan datang dan di luar dari kelas utama. “Selama kalian masih berkuliah di sini, kalian bisa melakukan praktik kapan pun dengan syarat harus ada koordinasi kepada instruktur Laboratorium PIM,” jelas Muhamad Agus selaku Kaprodi TIO.

Oktario Tommy Saputra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *