lpmindustria.com – Kondisi toilet Gedung B Politeknik STMI Jakarta mengalami beberapa kerusakan yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan bagi semua sivitas kampus. Padahal pihak OB sudah melakukan perawatan rutin sesuai prosedurnya. 

Toilet merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia zaman sekarang. Kini toilet tidak sekadar berperan sebagai tempat buang hajat, mencuci muka, dan merapikan diri. Namun, toilet juga bisa menjadi tempat yang sangat privasi bagi beberapa orang untuk menenangkan diri, mencari ide, dan hal-hal lain yang lebih privasi. Oleh karena toilet yang mengalami generalisasi fungsi, maka toilet harus memiliki kondisi standar yang bersih, higienis, aman, dan nyaman.

Berdasarkan penyataan di atas, kondisi toilet di Politeknik STMI Jakarta masih jauh dari standar yang baik. Itu karena terdapat kerusakan yang terjadi pada beberapa toilet Politeknik STMI Jakarta, khususnya toilet Gedung B. Kerusakan pada beberapa fasilitas toilet Gedung B, seperti urinenoir, wastafel, ataupun kloset duduk. “Keadaan toilet di Gedung B masih kurang bagus. Banyak yang rusak, seperti tidak berfungsinya urinenoir dan rusaknya wastafel serta pintu kamar mandi. Hal inilah yang membuat saya enggan untuk mengunakan toilet di Gedung B,” ungkap Kalvin Siahaan selaku mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif 2015. Kerusakan yang terjadi memiliki efek buruk bagi kesehatan dan kelangsungan hajat mahasiswa dan dosen. Padahal toilet kampus menjadi sangat esensial keberadaannya karena bisa membantu mahasiswa dan dosen untuk menjalankan semua aktivitas dengan baik dan lancar di Politeknik STMI Jakarta.

Kalvin Siahaan merupakan satu dari segelintir orang yang mengeluhkan kondisi toilet di Gedung B. Keluhan yang dirasakan mahasiswa tersebut merupakan kritikan ynag harus segera ditanggapi oleh pihak kampus. Menanggapi hal tersebut, Firmansyah selaku Koordinator Office Boy (OB) mengungkapkan bahwa kerusakan disebabkan oleh pemakaian fasilitas toilet yang berlebihan. “Penyebab utama dari kerusakan toilet Gedung B, yaitu pemakaian peralatan toilet yang berlebihan dan adanya beberapa sivitas kampus yang tidak memiliki kesadaran dalam upaya menjaga kebersihan bersama,” tutur Firmansyah.

Pihak OB telah meminimalisasikan timbulnya kerusakan toilet Gedung B dengan melakukan perawatan rutin atau berkala. Pihak OB pun mengatakan bahwa proses pemeliharaan toilet sudah dilakukan dengan cukup baik dan sesuai dengan prosedur yang ada. Namun, masih terdapat kendala dalam menjalankan proses pemeliharaannya sehingga menimbulkan beberapa kerusakan fasilitas toilet di Politeknik STMI. “Setiap Senin hingga Sabtu kami ditugaskan untuk membersihkan dan melakukan pemeliharaan toilet. Apabila terjadi kerusakan pada toilet, saya diwajibkan untuk melaporkannya agar bisa langsung ditindaklanjuti,” jelas Firmansyah. Beliau juga menambahkan bahwa ketika mahasiswa menemukan kerusakan pada toilet atau fasilitas lain, mahasiswa dipersilakan untuk melaporkannya kepada OB. Lalu laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak OB kepada Pelaksana Bagian Umum. Kemudian pihak Pelaksana Bagian Umum akan melanjutkan pelaporan tesebut kepada Kepala Bagian Umum. Pada akhirnya Kepala Bagian Umum akan melaporkannya kepada Pembantu Direktur II.  

Saat ini, pihak kampus sedang berupaya untuk memperbaiki semua fasilitas yang terdapat di Politeknik STMI Jakarta, terutama dalam perbaikan toilet di Gedung B. Perbaikan ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan anggaran yang dimiliki oleh Politeknik STMI Jakarta. “Apabila terjadi kerusakan pada fasilitas kampus, kita akan memperbaikinya selama masih ada anggaran untuk hal itu. Perbaikan fasilitas juga akan memprioritaskan bagian yang lebih penting dahulu. Misalnya, ada kerusakan fasilitas di Gedung A, maka kami akan memperbaikinya terlebih dahulu karena Gedung A lebih diprioritaskan,” tutup Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur II Bagian Sarana dan Prasarana.

  Dicky Tri Ganesha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *