lpmindustria.com – Berawal dari mulai hingga selesainya Liga 1 Indonesia menimbulkan banyak kontroversi. Mulai dari regulasi pemain, hingga memanasnya persaingan klub papan atas.

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) merupakan tingkat tertinggi ajang kompetisi klub sepakbola Indonesia. Kompetisi ini telah berganti nama menjadi Liga 1 Indonesia pada januari 2017 silam. Pergantian nama kompetisi ISL menjadi Liga 1 Indonesia juga diikuti dengan berubahnya Divisi Utama menjadi Liga 2, Liga Nusantara menjadi Liga 3. “Untuk nama kami akan memakai Liga 1 (sebelumnya ISL), Liga 2 (Sebelumnya Divisi Utama), dan Liga 3 (sebelumnya Liga Nusantara),” ungkap Sekjen PSSI, Ade Wellington, di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, (20/1/2017) pada laman m.detik.com. Tidak hanya itu, Liga 1 ini juga disponsori oleh perusahaan transportasi online, Gojek serta perusahaan jasa pembelian tiket transportasi, Traveloka. Sehingga, Liga 1 bisa disebut juga dengan nama kompetisi Gojek Traveloka Liga 1.

Kompetisi ini diselenggarakan mulai 15 April 2017, setelah tercabutnya pembekuan yang dilakukan FIFA terhadap PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Liga 1 diikuti oleh 18 klub dengan sistem home dan away. Sistem penilaian ditentukan dengan raihan poin masing-masing klub meliputi selisih gol, jumlah gol memasukkan, dan paling akhir dengan langkah undian. Klub-klub yang mengikuti Liga 1 Indonesia yaitu, Arema FC, Bali United, Barito Putera, Bhayangkara FC, Persegres Gresik, Madura United, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persib Bandung, Persiba Balikpapan. Persija Jakarta, Persipura Jayapura, PS TNI, PSM Makassar, Pusamania Borneo, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.

Beralihnya ISL menjadi Liga 1 Indonesia, maka PSSI membuat peraturan-peraturan baru. Peraturan tersebut yakni batasan usia maksimal pemain lokal, setiap klub Liga 1 hanya diperbolehkan menggunakan maksimal dua pemain yang berumur lebih dari 35 tahun. Seperti yang dilansir pada laman m.detik.com Iwan Budianto selaku Wakil Ketua PSSI menjelaskan peraturan ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada pemain berumur 35 tahun keatas yang tidak mendapat tempat di liga super dapat difasilitasi sebagai pelatih. Tetapi peraturan ini juga dapat mengancam karir bagi pemain yang telah berumur lebih dari 35 tahun. “Buat pemain-pemain yang sudah melewati batas umur kasihan. Jika mereka tidak punya klub baru dan menjadi pengangguran,” ungkap mantan penyerang Persija Jakarta, Rachmat Afandi pada lansiran juara.bolasport.com. Peraturan baru lainnya yakni, setiap klub Liga 1 wajib memainkan tiga pemain U-23 di setiap pertandingan, pergantian pemain hingga lima kali, dan diperbolehkannya Marquee Player (pemain bintang yang telah bermain di klub eropa).

Kini Liga 1 musim ini telah selesai dengan klub Bhayangkara FC keluar sebagai juara Liga 1 Indonesia 2017. Adapun dalam kompetisi Liga 1 terdapat banyak kejadian yang kontroversial. Berikut rangkuman kontroversi klub sepak bola dalam memperebutkan juara Liga 1 2017:

  1. Kekalahan PSM Makassar

Kekalahan ini cukup merugikan bagi PSM Makassar karena mereka dapat membuat peluang menjadi jura Liga 1 musim ini semakin berat. Keputusan wasit yang sangat merugikan PSM Makassar membuat PSM Makassar mengalami kekalahan dengan skor 0 – 1 dengan Bali United, Stefano Lilipaly berhasil mencetak gol dimenit akhir 90+5, tak puas lantaran dengan kepemimpinan wasit, ribuan suporter mengamuk dan langsung memasuki lapangan namun berhasil direda setelah pemain Bali United dan para wasit dievakuasi (Tempo.com).

  1. Madura United Bermain Tanpa Suporter

Manajemen Madura United diganjar sanksi berat yaitu empat laga kandang tanpa penonton dan denda Rp 125 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, karena kasus mengintimidasi wasit dalam laga melawan Borneo FC pada 13/10/2017. Komisi Banding (Komding) PSSI mengabulkan banding Madura United, Komding menetapkan Madura United mendapat hukuman dua kali pertandingan tanpa penonton, namun harus membayar denda Rp 500 juta. Keputusan ini sangat merugikan karena Madura United masih mempunyai peluang menjadi jawara dengan dua laga tersisa “Hukuman dengan laga usiran dan tanpa penonton itu adalah hukuman yang sulit diterima dengan nalar” Ujar Haruna Soemitro, Manajer Madura United (Liputan6.com).

  1. Poin Tambahan Bhayangkara FC

Tambahan poin ini didapat karena kelalaian Mitra Kukar pada saat melawan Bhayangkara FC, Mohamed Sissoko tidak dapat bermain karena sedang mengalami hukuman kartu merah pada laga melawan Borneo FC. Namun, pada saat laga pertandingan, Sissoko dimainkan ketika melawan Bhayangkara FC. Pihak dari Mitra Kukar mengaku tidak mendapat pemberitahuan bahwa Sissoko dihukum tidak dapat mengikuti dua pertandingan. Namun nyatanya, Komdis PSSI menilai Mitra Kukar melakukan pelanggaran sehingga Bhayangkara FC dinyatakan menang 3 – 0 (Kompas.com).

Fandi Prasetio

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *