lpmindustria.com –┬áHari AIDS sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember dapat menjadi sebuah pengingat bahwa jumlah kumulatif kasus AIDS semakin bertambah setiap tahunnya.

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Menurunnya kekebalan tubuh seorang pengidap AIDS dapat menyebabkan tubuh orang tersebut mudah terinfeksi penyakit lainnya. Orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS (ODHA) memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral. Pengobatan ini untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh dan untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya.

Dilansir dari laman Komisi Penanggulangan AIDS, penularan HIV dapat terjadi melalui beberapa hal diantaranya melalui, hubungan seks tanpa menggunakan pengaman. Selain itu bisa juga ditularkan melalui seorang ibu hamil yang positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan, dan waktu menyusui. Kemudian transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV. Penularan terjadi melalui pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik (Penasun).

Penularan yang begitu mudah mengakibatkan kondisi jumlah pengidap HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Maret 2016, HIV/AIDS tersebar di 407 dari 507 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Menurut data Laporan Perkembangan HIV/AIDS Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kumulatif kasus AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Maret 2017 sebanyak 87.453 orang. Pada data P2PL sepanjang trimester pertama 2017, jumlah pengidap laki-laki lebih banyak 56 persen dari pada perempuan. “Pengidap terbanyak di Indonesia (adalah mereka) pada usia produktif, (yakni) antara umur 20-39 tahun yang tinggi,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Lansung Kemenkes Wiendra Waworunto dalam acara konferensi pers Hari AIDS Sedunia di kawasan Jakarta Selatan, Senin (27/11/2017).

Naiknya jumlah pengidap AIDS berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Seperti yang dijelaskan pada laman sulbar.bkkbn.go.id, tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda mengidap AIDS, dapat menyebabkan turunnya angka harapan hidup. Hal ini menjadi masalah penting karena Indonesia kehilangan individu yang terlatih dalam jumlah besar. Selain itu, kenaikan pengidap AIDS menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustained Development Goals (SDGs).

Pemerintah sendiri sedang menargetkan terciptanya 3 Zero, yakni bebas infeksi HIV baru, bebas diskriminasi dan stigma pada pengidap HIV, serta bebas kasus kematian akibat AIDS. Selain itu, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan turut memberikan pelayanan kepada masyarakat pengidap AIDS diantaranya pengobatan ARV, pemberian pelayanan konseling, Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP), Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), Pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS), Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA), dan Tes HIV Sukarela.

Krisdiastuti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *