Judul Buku : Islam dan Sosialisme

Penulis : H.O.S. Tjokroaminoto

Penerbit : Sega Arsy

Tahun Terbit : Oktober 2010

Tebal Buku : X+162 hlm

lpmindustria.com – Penerapan sebuah agama di dalam pemerintahan nampaknya tak perlu diragukan lagi ketika kita melihat buku Islam dan Sosialisme, karya Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto. Ia menyerukan kepada masyarakat pada saat itu yang sedang tersebar paham liberalis dan komunis untuk melihat ajaran islam. Tjokroaminoto memberikan gambaran bagaimana agama diterapkan dalam sistem pemerintahan, terkhusus dalam pemahaman sosialis. Sehingga, sosialis islam harus diutamakan dibanding dengan paham sosialis-democratie (komunis).

Pada Islam dan Sosialisme, kita disuguhkan tulisan yang menyelaraskan nilai-nilai sosialis dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh ajaran islam. Pandangannya mengambil contoh dari tindakan pada zaman kenabian hingga keempat khalifah sesudahnya. Ia menuliskan, bahwa paham sosialis yang berlandaskan persaudaraan sangat cocok dengan ajaran islam. Selain itu, ia juga membahas beberapa hal mengenai paham sosialis, terkhusus mengenai pemahaman komunis. Termasuk membahas persamaan antara islam dan komunis yang bertujuan menghilangkan sistem riba yang dilakukan oleh kaum kapitalis.

Buku Islam dan Sosialisme

Meski dalam buku ini, Tjokroaminoto menjelaskan pemahaman komunis teori Karl Marx. Namun, ia juga menyatakan untuk tidak mengecilkan jasa Karl Marx yang telah memperbaiki nasib kaum miskin di negara Eropa saat itu. Melainkan, buku ini bertujuan untuk mengarahkan kembali kepada umat islam agar tidak tersesat dengan teori dialektika materialistik dalam Marxisme. Sebab, dalam teori tersebut memberikan anggapan, bahwa bukan Tuhan yang menjadi manusia, tetapi manusialah yang membuat adanya keberadaan Tuhan.

“Bagi kita orang Islam, ada sosialisme atau rupa-rupa “isme” lainnya, yang lebih baik, lebih indah dan lebih mulus, selain dari sosialisme yang berdasar islam.” (hlm.36).

Selain membaca Islam dan Sosialisme, sebagai pemahaman bahwa agama dapat diterapkan di dalam sistem pemerintahan. Tjokroaminoto pun menjelaskan cita-cita pergerakan Sarekat Islam di Hindia Belanda (Indonesia). Di mana, tujuan Sarekat Islam antara lain, menghilangkan pikiran yang buruk mengenai ajaran islam dan memajukan kehidupan menurut jalan agama islam serta meningkatkan amal kebaikan, berbakti kepada Allah, memelihara tali persaudaraan dan memberi pertolongan kepada mereka yang mengalami kesusahan.  

Terlepas dari keyakinan agama yang dibawa oleh Tjokroaminoto, sudah semestinya masyarakat melihat agama merupakan bagian dari pemerintahan yang tidak bisa dipisahkan.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *