lpmindustria.com – Sejak akhir bulan Oktober 2017 hingga kini, salah satu kampung yang berada di daerah Depok mendadak viral. Bukan karena hal negatif, melainkan karena jalanan kampung tersebut dihiasi lukisan tiga dimensi (3D).

Berawal dari keresahan warga sekitar Jalan Tondano Raya terhadap pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi, karang taruna RW 03 kelurahan Abdijaya Depok berinisiatif untuk memberikan pesan peringatan melalui gambar 3D. Mereka membuat sebuah lukisan zebra cross 3D, gambar ini bertujuan agar pengendara yang melintas dapat melihat sebuah zebra cross yang seolah timbul. “Awalnya karena jalan disini baru diperbaiki, setelah diperbaiki banyak warga luar kampung sini berkendara dengan kecepatan tinggi. Warga sekitar sering mengingatkan kepada pengendara yang melintas agar berhati-hati. Sebagai antisipasi, kita membuat gambar 3D yang berbentuk zebra cross, gambar ini merupakan gambar awal kita sebelum gambar-gambar yang lain,” tutur Muhammad Alam selaku Ketua Karang taruna RW 03.

Beberapa ilustrasi lukisan 3D

Pemilihan dari lukisan 3D sesuai dengan kesepakatan anggota karang taruna, sekaligus menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Dengan modal otodidak dan mencoba, mereka  dapat menghasilkan karya menarik dan bagus dengan bentuk 3D di sepanjang jalan. Selain itu mereka beranggapan bahwa jalanan dapat dijadikan sebagai media untuk menggambar 3D selain di tembok. “Kita berfikir bahwa jalan yang sudah diperbaiki tadi dapat dijadikan sebagai media, untuk menyalurkan kreatifitas sekaligus menjadi pesan sosial. Alasan kita memilih 3D di jalanan sebagai suatu inovasi yang sebagian besar ada hanya di tembok,” Jelas Alam.

Awalnya lukisan 3D tersebut bertujuan untuk memberikan pesan sosial, kini menjadi sebuah tempat wisata gratis untuk sekadar berfoto dan melihat-lihat. Lukisan tersebut menjadi magnet bagi warga sekitar maupun warga yang berada di luar Depok. Warga sekitar pun banyak terlibat dalam pengaturan dan penertiban wisatawan yang datang. “Kami merasa senang dengan animo masyarakat akan hasil karya karang taruna kami. Kami pun tidak keberatan daerah kami mendadak ramai oleh warga, baik yang ingin melihat dan mengabadikan gambar. Kami hanya ingin berpesan agar masyarakat yang datang selalu menjaga kebersihan daerah kami,” ujar Nur Wenda Ketua RW 03.

Berkat karya inovasi lukisan 3D tersebut, karang taruna RW 03 kini mendapatkan tawaran kerja sama dengan sebuah studio untuk melakukan kegiatan yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka diberikan tugas untuk menggambar 3D di tiga tempat “Kami sudah bekerjasama dengan salah satu studio yang dipercaya Kemendikbud untuk menggambar di tiga tempat yakni, di studio itu sendiri, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Sekolah Dasar,” tutur Alam

Kini Kampung 3D dapat menjadi sebuah solusi hiburan di tengah padatnya Kota Depok. ”Harapan saya semoga ada lebih banyak lagi tempat-tempat seperti ini di depok, untuk hiburan warga depok khususnya. Karena sangat jarang sekali kita dapat menemui tempat wisata murah bahkan gratis untuk di Kota Depok” ujar Faisal sebagai salah satu pengunjung kampung 3D. Karang taruna yang menjadi inisiator Kampung 3D ini, merasa mereka harus tetap bisa berkarya lebih baik lagi untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah terkhusus Kota Depok. “Ibaratnya kita sudah tercebur, tadinya gambar ini hanya untuk pesan sosial, tapi berubah menjadi konsumsi publik. Jadi, kita tidak berhenti disini saja, tetapi harus terus eksis, kemudian kepada pemerintah Kota Depok agar lebih memperhatikan kami,” tutup Alam

 Muhammad Aulia Irfan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *