lpmindustria.com – Politeknik STMI Jakarta baru saja mengadakan Sidang Senat Terbuka atau yang dikenal kegiatan Wisuda. Tahun 2017 ini, Politeknik STMI Jakarta telah menghasilkan mahasiswi terbaiknya yang bernama Amelia Larasati.

Amelia Larasati atau yang lebih akrab disapa Amel, merupakan mahasiswa terbaik saat wisuda Politeknik STMI Jakarta, Selasa (5/12) lalu. Mahasiswa Teknik Kimia Polimer (TKP) ini, mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.92 pada akhir perkuliahannya. Meski ia memiliki IPK yang tinggi, Amel pun aktif dalam berorganisasi. Selain itu, terkadang Amel pun mencari uang dengan freelance di akhir pekannya. Mahasiswa yang tersibukkan dengan berbagai kegiatan ini, dinilai oleh teman-temannya sebagai mahasiswa yang cerdas dan mau membantu teman-temannya. “Amel ini seorang yang cerdas dan juga suga membantu teman-temannya,” ujar Ulfa Intan Pratiwi selaku teman organisasi Amel. Selain itu, Kurnia Amanda, teman satu Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan peneliatannya menilai, meski Amel terlihat serius ia pun terkadang suka bercanda dengan teman-temannya.

Dengan berbagai kegiatan yang padat, tidak membuat Amel merasa kesulitan menjalani kesehariannya. Salah satu kuncinya dalam manajemen waktu ialah dengan membuat timeline perbulan maupun perharinya. “Aku itu tipikal orang yang selalu membuat agenda ataupun timeline dalam waktu satu hari, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali,” tutur Amelia Larasati. Hal tersebut pun dibenarkan oleh partner PKLnya, Ulfa Intan Pratiwi. “Amel itu selalu mengingatkan kita ketika sudah waktunya selesai PKL dan sebagainya. Jadi dia telah mengagendakan kegiatan-kegiatannya dan mengajak kita juga,” ungkap Ulfa Intan Pratiwi. Awalnya Amel belajar memanajemen waktu ketika mengikuti kegiatan-kegiatan seminar. Hingga akhirnya ia terapkan dalam kehidupannya pada semester lima di Politeknik STMI Jakarta.

Amelia saat memberikan sambutan saat sidang terbuka

Mahasiswa yang pernah berkuliah sementara di Universitas Bhayangkara ini, senang belajar mata kuliah eksak. Mata kuliah tersebut antara lain, termodinamika dan satuan operasi merupakan mata kuliah yang sangat ia minati. Meski Amel sangat meminati mata kuliah eksak, ia merasa kesulitan dengan mata kuliah yang menggunakan logika dan studi kasus seperti Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Etika Profesi. Kemudian, Amel berpendapat untuk bisa menyerap ilmu yang diajarkan ketika kuliah, seorang murid harus memiliki adab yang baik kepada gurunya. “Sikap kita ke dosen akan menentukan ilmu itu akan masuk atau tidak. Jangan sampai kita suka menjelekkan guru,” papar Amelia Larasati. Pernah suatu ketika Amel membicarakan dosen yang ia tidak sukai, setelah itu ia tidak terlalu paham dengan mata kuliah tersebut. Bahkan, hanya merasa mata kuliah tersebut sekadar mendapatkan nilai saja. Di samping itu, ketika mahasiswa tidak bersikap baik dengan dosen, maka dosen akan mendoakan hal yang tidak baik kepada mahasiswa.

Mahasiswi yang menyampaikan pidato ketika Sidang Terbuka ini, memiliki kisah-kisah menarik ketika melakukan penelitan, PKL dan perancangan pabrik. Salah satunya, Amelia Larasati dinilai sangat pemilih ketika ingin makan di tempat penelitian. “Amel itu orangnya suka pilih-pilih makanan. Jadi, kalau ada makanan yang tidak ia sukai akan ia sisihkan,” ungkap Kurnia Amanda. Akibat hal tersebut, ketika Amel dan teman-temannya selesai makan akan menjadi gurauan oleh teman-temannya. Selain itu, Amel dan Intan ketika akan salat sering kali bertengkar hanya untuk menentukan imam salat. “Kita itu selalu mentertawai hal-hal sederhana. Salah satunya, ketika sholat dan saling dorong untuk menjadi imam salat. Biasanya setelah itu kita saling tertawa,” tutur Ulfa Intan Pratiwi.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *