lpmindustria.com – Sering kali kita sebagai konsumen merasa kecewa akibat belum terpenuhinya hak-hak konsumen. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai sebuah organisasi masyarakat yang bersifat nirlaba dan independen, ingin mengajak masyarakat turut aktif dalam gerakan petisi online untuk menyuarakan kekecewaan mereka.

Sudah selayaknya konsumen selalu mendapatkan hak-haknya dalam mengonsumsi sebuah produk atau jasa. Petisi online bisa menjawab kegelisahan masyarakat dalam menyuarakan hak-hak konsumen. Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi. “Media sosial dapat digunakan untuk menggalang solidaritas dan kekuatan untuk melawan. Karena yang namanya pelaku usaha itu kapital yang besar. Kita (konsumen) ini kecil, tapi kalau melawan bersama-sama mereka akan limbung,” kata Sularsi kepada media Tirto.id. Adanya keterbukaan publik sangat penting demi menggaungkan pentingnya memenuhi hak konsumen secara layak.

Salah satu website yang bisa menjadi penggalang suara petisi online ialah www.change.org. Beberapa kasus dalam penuntutan hak konsumen telah dimenangkan lewat petisi online ini. Salah satu kasus yang baru saja terjadi yakni “Etihad Airways diputus bersalah karena diskriminasi penyandang disabilitas”. Dwi Aryani (menggunakan kursi roda), yang saat itu ingin terbang dari Jakarta menuju Jenewa harus diusir karena dianggap tidak mampu mengevakuasi diri sendiri serta tidak ada pendamping. Sontak saja hal tersebut jelas melanggar UU No.19 Tahun 2011 Konvensi Penyandang Disabilitas.

Dwi Aryani dengan Kemenangan Petisi Melawan Etihad

Pemanfaatan media online di era digitalisasi, terlihat jelas sangat memberikan dampak secara meluas. Hal tersebut dibuktikan secara nyata dengan satu tanda tangan dan dimenangkan oleh 49.469 pendukung. Adanya keterbukaan informasi lewat daring akan memberikan edukasi kepada publik sehingga nantinya juga pihak penyelenggara bisa memenuhi kebutuhan dan memberikan hak-hak konsumen secara maksimal. Pemerintah pun dapat turut serta dalam mencegah dan mengawasi tindakan yang merugikan konsumen.

Imas Listyaningsih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *