lpmindustria.com – Dampak globalisasi semakin terasa di Indonesia. Salah satunya, dari kondisi persaingan tenaga kerja yang ada.

Saat ini, masyarakat merasa khawatir dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Menurut data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), tenaga kerja asing yang masuk khususnya dari negara Cina, sejumlah 21.271 tenaga kerja. “Di kita, tenaga kerja asing yang terdaftar di Kemenaker, khusus dari Cina ada 21.271,” ujar Hery Sudarmanto selaku Direktorat Jendral Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemenaker ketika diwawancari reporter British Broadcasting Corporation (BBC) Indonesia. Selain itu, perkembangan otomatisasi pun menambah rasa khawatir masyarakat. Sebab, otomatisasi akan membuat banyak tenaga kerja digantikan oleh mesin. Bahkan, menurut penelitian International Labour Organization (ILO), sebanyak 107, 6 juta orang Indonesia akan digantikan oleh mesin.

Infografik Mengenai Tenaga Kerja dan Bonus Demografi

Selain persaingan dengan pekerja asing dan mesin, masyarakat Indonesia pun harus bersiap dengan bonus demografi yang akan terjadi. “Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen dan akan terjadi pada tahun 2020-2030,” lansir Ida Bagus Permana selaku Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Ida Bagus Permana pada antaranews.com.  Ida Bagus Permana pun menambahkan, bahwa bonus demografi merupakan fenomena yang menguntungkan tapi juga merugikan. Sebab, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan lapangan pekerjaan dan peningkatan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM), maka akan terjadi permasalahan seperti semakin meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Seperti yang terjadi pada tahun 2017, bahwa jumlah pengangguran menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) bertambah 10.000 orang. Total pengangguran yang awalnya dari 7.03 juta orang pada Agustus 2016 menjadi 7.04 juta orang.

Untuk mengatasai bonus demografi tersebut, pemerintah telah berupaya dengan program Keluarga Berencana (KB). ”Adanya Kementerian Kependudukan, maka masalah kependudukan termasuk program KB mendapat prioritas dalam sidang kabinet dan dapat dikoordinasikan dalam pelaksanaan program kependudukan dan peningkatkan kualitas penduduk seperti menyambut adanya bonus demografi,” ucap Prof Ascobat Gani pada laman antaranews.com. Kemudian, untuk mengatasi dampak otomatisasi, pemerintah perlu meningkatkan keahlian SDM dan mengeluarkan kebijakan serta pengawasan pada para pelaku perusahaan. Selain itu, perlunya meningkatkan keahlian SDM bisa mengatasi beberapa pekerjaan yang kemungkinan dapat digantikan oleh mesin. Tidak hanya itu, menurut Bill Gates untuk mengatasi rasa khawatir manusia digantikan oleh mesin, bisa dengan memberikan pajak kepada mesin atau robot tersebut. Namun, gagasan tersebut menuai pertentangan dari banyak pihak, terutama perusahaan-perusahan teknologi.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *