lpmindustria.com – Bicara mengenai Rasulullah banyak sekali hal yang bisa dipelajari dan diteladani. Mulai dari tindak tanduknya, perkataannya, dan perbuatannya. Sehingga, Rasulullah dijadikan contoh paling teladan oleh para pelaku start up.

Berbisnis merupakan usaha komersial dalam dunia perdagangan. Berbicara mengenai dunia bisnis, sebenarnya telah ada sejak zaman kenabian. Sebelum Nabi Muhammad mendapatkan risalah atau wahyu, beliau telah menjalani karir profesional di dunia bisnis. “Sejak usia 12 tahun, Rasulullah sudah mengikuti perjalanan bisnis pamannya ke Syam, Madinah. Dari sana beliau memulai bisnisnya,” jelas Iqbal Hariadi Putra, selaku Head of Crowdfounding Kitabisa.com.

Semakin berkembangnya teknologi, membuat dunia bisnis juga ikut berkembang. Pemuda-pemuda kreatif telah mampu membawa peradaban bisnis menjadi lebih modern, yaitu dengan membangun dunia start up. “Dunia start up berhubungan dengan teknologi. Salah satu hal yang menjadi ciri khas start up adalah dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat,” ungkap Andreas Sanjaya, selaku CEO iGrow.com. Membangun start up bukan serta merta hanya untuk berbisnis, tetapi juga menyebarkan kebaikan.

Saat ini dunia sedang berada pada zaman di mana teknologi digital merupakan tools yang sangat power full. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan hal-hal positif dengan sangat cepat. “Visi saya saat pertama kali membangun start up, salah satunya yaitu bisa membumikan Islam melalui teknologi. Bagaiman cara kita membangun karya-karya teknologi yang di dalamnya ada gagasan kebaikan Islam yang mampu tersebar luas,” tutur Andreas.

Andreas menjelaskan, bahwa dalam waktu satu setengah menit manusia berbicara, maka sudah banyak sekali aktifitas yang terjadi di internet. Dalam satu setengah menit, sudah ada 4,5 juta hasil search di Google, sekitar 5 juta lebih post tersebar, sudah ada 70 juta lebih pesan Whatsapp terkirim dari satu pengguna ke pengguna lain, dan sudah ada 600 jam video Youtube ter-upload. Bayangkan jika semua itu adalah amalan-amalan kebaikan. Berapa banyak pahala yang didapatkan oleh inisiator dari platform tersebut.

Sebagai seorang muslim yang melanjutkan risalah dari Rasulullah, mempunyai kewajiban untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan. Orang-orang di luar sana telah mampu menciptakan platform yang memiliki potensi besar. “Saya harus bisa membuat inisiatif kebaikan yang akhirnya nanti bisa menjadi salah satu jawaban ketika ditanya, masa muda saya dipakai untuk apa. Itulah inspirasi terbesar saya untuk membuat start up,” ungkap Andreas.  

Untuk bisa mempertahankan dan mengembangkan apa yang telah dibangun, maka dibutuhkan konsistensi yang besar. “Secara internal, agar kita bisa konsisten maka kita harus memiliki obsesi yang tinggi. Saya saat ini memilik target bisa memberi kebaikan denga membantu 10 juta orang setiap harinya sebelum tahun 2020. Itu menjadi obsesi saya pribadi. Saya selalu membicarakan ini pada saat pertemuan internal maupun eksternal,” tutur Andreas. Sertai obsesi tersebut dengan langkah nyata atau ikhtiar.

Selain itu, Iqbal juga menjelaskan bahwa untuk bisa tetap konsisten harus memiliki mentor, komunitas, disiplin, dan target minimal. Mentor yang nantinya akan mengingatkan dan mengevaluasi diri.  “Karena yang namanya konsistensi itu  memang kita perlu  memaksakan diri. Kemudian, memiliki komunitas yang orang-orangnya tahu apa yang ingin kita lakukan secara konsisten. Sehingga bisa mengingatkan jika kita lupa. Selanjutnya, kita harus disiplin, Disiplin itu bukan skill bawaan sehingga harus dipaksa. Memang tidak enak dan menyulitkan, tapi bagaimanapun harus dilakukan. Terakhir, harus punya target kecil yang harus kita rasakan setiap harinya, agar kita merasa kalau kita sedang berprogress ke arah yang besar,” tutur Iqbal.

Iqbal Hariadi

Dalam membangun start up, sebagian besar pemimpin mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah. Beliau telah menjadi inspirasi luar biasa di dunia bisnis. Salah satu hal yang menjadi sangat luar biasa adalah sifat amanah yang dimilikinya. “Salah satu kelebihan Rasulullah adalah keamanahannya dalam menjalankan bisnis. Di situ sebenarnya titik penting yang menjadi inspirasi kita bersama,” ujar Andreas. Tidak hanya amanah, tetapi sebagai manusia kita harus meneladani sifat-sifat nabi lainnya.

Kemampuan berbicara, menulis, menyampaikan pandagan, dan menyederhanakan pikiran adalah bagian dari tablig yang harus dimiliki oleh manusia. “Sekarang kalau kita tahu sesuatu tidak begitu keren. Orang bukan lagi menjawab pertanyaan, tetapi merumuskan pertanyaan. Itu merupakan tantangan kita di era digital,” jelas Miftah, selaku CEO Selasar.com. Menjadi manusia berakhlak juga harus memiliki sifat jujur atau sidiq. Seseorang sulit untuk dipercaya jika sudah melakukan kebohongan.

Pada dasarnya karakter atau akhlak adalah hal terpenting dalam kehidupan. “Saat Sekolah Dasar (SD) diajarkan mengenai sifat-sifat nabi, begitu bertemu dengan realita kehidupan, itu benar sekali. Jadi maksud saya, banyak-banyak kita belajar teori bisnis dan kepemimpinan, akhirnya balik lagi ke sifat-sifat Nabi. Itu sudah menjadi sari pati bagi kehidupan kita,” ujar Miftah.

Aliya Nur Fathiya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *