lpmindustria.com – Penertiban pasar garmen terbesar se-Asia Tenggara yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemrov DKI) membuat sebagian masyarakat khawatir terhadap akses jalan yang akan semakin sulit nantinya. Namun, hal tersebut tidak terbukti dengan dioperasikannya Tanah Abang Explorer di kawasan tersebut.

Setelah gencarnya pemberitaan mengenai ditutupnya Jalan Jatibaru di Kawasan Tanah Abang dari angkutan umum dan kendaraan pribadi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) menyediakan solusi berupa angkutan massal bus Transjakarta yang akan mengitari kawasan tersebut. Bus yang diberi nama Tanah Abang Explorer ini sudah mulai beroperasi sejak Jumat, 22 Desember 2017. Bus ini berkapasitas 68 orang yang terdiri dari 41 orang penumpang duduk dan 27 orang penumpang berdiri.

Fasilitas penunjang di dalam bus juga sudah dipersiapkan oleh Pemprov DKI. “Tersedia kursi prioritas, handgrib untuk pegangan penumpang yang berdiri, 2 pintu penumpang berlantai rendah disisi kiri bus, adanya 1 ruang untuk kursi roda, juga 6 kursi roda yang sudah dipersiapkan di area pintu untuk memudahkan keluar masuknya penumpang difabel,” ungkap Wibowo selaku humas Transjakarta, dilansir dari kumparan.com. Tak lupa 12 buah kamera CCTV juga disediakan untuk memantau hal-hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar bus. Rencananya bus ini akan beroperasi mulai dari pukul 08.00 hingga 18.00 setiap harinya. Bus ini melewati 6 titik pemberhentian diantaranya Stasiun Tanah Abang, Blok G, Blok B, Tanah Abang Auri, Blok E, dan Flyover Jati Baru lalu kemudian akan kembali lagi ke Stasiun Tanah Abang.

Bus Tanah Abang Explorer

Sejak dioperasikan pada 22 Desember 2017, penumpang yang menggunakan jasa bus transjakarta Tanah Abang Explorer terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Transjakarta, setiap harinya bus tersebut bisa mengangkut penumpang sebanyak 12.000 orang yang ingin beraktivitas di kawasan Pasar Tanah Abang. “12.000 penumpang hampir setiap harinya, itu data per Kamis ini,” kata Budi saat menghadiri focus group discussion penataan lalu lintas dan kawasan Stasiun Tanah Abang di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Tidak perlu khawatir mengenai biaya, karena bus ini akan beroperasi secara gratis. Namun walaupun begitu pihak Transjakarta tetap memberikan tanda bukti berupa karcis yang akan diberikan oleh petugas onboard yang sedang bertugas. Adapun kedepannya bus ini akan dilengkapi dengan alat tapping. Hal ini dilakukan untuk mendata jumlah penumpang yang menaiki bus dan juga membiasakan masyarakat dengan cashless. Respon masyarakat yang berkunjung ke Tanah Abang sangat antusias. Salah satunya ada Ibu Mila yang mengaku senang dengan adanya bus ini. “Lumayan membantu sih, soalnya biasanya saya bawa mobil pribadi. Tapi ribet gitu kan, macet banget Tanah Abang,” tuturnya.

Jazria Hanifa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *