lpmindustria.com Pada semester genap tahun akademik 2017/2018, Politeknik STMI Jakarta menjalankan program presensi online bagi mahasiswa. Program yang tergabung ke dalam E-Learning tersebut, sekaligus berfungsi untuk memantau waktu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.   

Saat ini banyak lembaga pendidikan yang telah memanfaatkan teknologi dalam menunjang proses kegiatan akademik. Salah satu lingkup proses kegiatan akademik yaitu mengenai presensi online. Program presensi online akan diterapkan Politeknik STMI Jakarta mulai semester genap tahun akademik 2017/2018. “Dengan adanya program informasi presensi online ini diharapkan dapat membantu proses presensi yang manual sehingga dapat dikerjakan melalui komputer. Hal ini juga merupakan ide dari Pusat Data (Pusdata) yang pernah berkolaborasi dengan mahasiswa,” Ujar Ridzky Kramanandita selaku Pembantu Direktur (Pudir) 1 Bidang Akademik.

Terdapat beberapa tahapan yang telah dilalui sebelum program ini terlaksana, salah satunya yakni tahap presentasi. Presentasi tersebut dilakukan kepada para pimpinan Politeknik STMI Jakarta, agar mendapatkan saran untuk meminimalkan kekurangan yang ada pada program ini. “Program berbasis website ini telah disosialisasikan kepada setiap dosen saat Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil berakhir, kemudian program tersebut diuji coba ketika perkuliahan semester genap,” tutur Ridzky.

Ilustrasi Presensi Online

Dalam pengoperasiannya, program presensi online ini dapat diakses melalui website E-Learning. “Nanti dosen yang bersangkutan membuka e-learning, kemudian dosen tersebut memilih mata kuliah. Setelah itu, langsung terlihat daftar mahasiswanya lalu dipilih mana yang masuk, alfa, izin, dan terlambat. Untuk kategori terlambat tergantung kesepakatan dosen dan mahasiswa,” jelas Ridzky. Program ini juga bertujuan untuk memantau setiap tenaga pengajar Politeknik STMI Jakarta, karena pada penggunaan presensi online setiap dosen diwajibkan untuk login melalui website kampus. Karena kolom dosen pada presensi manual kini belum berjalan dengan efektif, diharapkan ketika program ini berjalan semua dosen mengajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. “Presensi manual pun terdapat jam masuk dan jam keluar dosen, hanya saja kurang efektif. Harapannya, ketika menggunakan program ini semuanya tercatat. Ketika ada dosen mengajar tidak sesuai waktu, maka saya bisa segera memberi tindakan. Intinya mahasiswa jangan sampai dirugikan, karena kampus melayani mahasiswa,” tegas Ridzky.

Ridzky berharap dosen dan mahasiswa mendukung uji coba program ini, agar penerapan presensi online ditahun ajaran baru dapat lebih baik lagi. Selain itu, program ini juga dapat memudahkan mahasiswa dalam memberikan kritik terhadap dosen, melihat persentase kehadiran mahasiswa, sekaligus dapat mengunduh  Satuan Acara Perkuliahan (SAP) pada setiap materi yang dosen ajarkan. Ulil Hamida selaku dosen serta ketua Pusat Data Politeknik STMI Jakarta juga merespon positif program presensi online. “Program ini bagus, dan sudah dilakukan juga sosialisasinya kepada beberapa dosen dan pimpinan. Dalam program ini mahasiswa juga lebih terkontrol,” tutur Ulil.  Tak hanya dosen, Deden Ranggadinata selaku Mahasiswa Teknik Industri Otomotif 2016 turut mendukung dengan adanya progam ini. “Saya sangat setuju, karena tujuannya untuk meningkatkan kedisiplinan bagi mahasiswa dan dosen. Selain itu, kampus kita jadi tidak tertinggal dengan kampus lainnya yang sudah lama menggunakan presensi online tersebut,” pungkas Deden.

Yudhi Anggara

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *