lpmindustria.com – Pada awal tahun 2018, dua laboratorium Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Otomotif yakni Laboratorium Komputasi Akuntansi dan Laboratorium Simulasi Bisnis telah rampung dibangun dan siap digunakan oleh mahasiswa. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan pada kedua laboratorium tersebut, seperti fasilitas penunjang dan program-program yang diperlukan.

Laboratorium Komputasi Akuntansi dan Simulasi Bisnis sudah mulai efektif digunakan oleh mahasiswa sejak awal tahun 2018. Sebelum menjadi Laboratorium Komputasi Akuntansi dan Simulasi Bisnis, ruangan tersebut merupakan Laboratorium Animasi yang diperuntukkan untuk Prodi SIIO (Sistem Informasi Industri Otomotif). Perubahan laboratorium tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan belajar mahasiswa khususnya untuk Prodi ABO. “Alasan utama perubahan laboratorium ini yakni sebagai pemenuhan fasilitas bagi mahasiswa dan untuk menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik,” ungkap Yulius Jatmiko Nuryatno selaku Sekretaris Prodi Administrasi Bisnis Otomotif

Selain digunakan untuk Prodi ABO, kedua laboratorium tersebut juga dapat digunakan oleh mahasiswa Prodi lainnya. Hal itu apabila Prodi lain mendapatkan mata kuliah akuntansi atau mata kuliah lain yang bersangkutan dengan laboratorium tersebut. “Jadi, kalau laboratorium seperti akuntansi itu boleh digunakan oleh Mahasiswa Prodi lain. Hal itu karena ada beberapa dosen ABO yang juga mengajar di prodi lain, seperti Ibu Yuni dan Pak Pardosi yang mengajar di prodi SIIO. Meskipun tetap kewenangannya ada di ABO,” tambah Yulius.

Laboratorium Simulasi Bisnis

Kedua laboratorium yang terletak di lantai 5 Gedung A Politeknik STMI Jakarta ini, memiliki beberapa fasilitas penunjang berupa 30 unit PC (Personal Computer) dan program pendukung mata kuliah. “Saat ini, fasilitas utama yang tersedia adalah program Zahir. Jadi kita memang melakukan kerja sama dengan Zahir. Zahir itu program akuntansi yang sering digunakan oleh perusahaan. Pada program Zahir tersebut, terdapat cara membuat laporan keuangan dan banyak kegiatan akuntansi lainnya,” jelas Yulius.

Setelah 2 bulan lebih dioperasikan, masih terdapat kekurangan dari fasilitas laboratorium tersebut sehingga memengaruhi proses belajar mahasiswa. Fasilitas yang dinilai belum maksimal yakni belum terpenuhinya jumlah PC dan program yang belum semuanya ter-install. “Salah satu hal yang harus diperhatikan yaitu mengenai fasilitas. Rata-rata jumlah mahasiswa untuk satu kelas ABO, khususnya 2016 itu sekitar 40 orang tetapi jumlah unit PC yang ada hanya 30 unit. Jadi akan ada beberapa mahasiswa yang harus menggunakan satu PC untuk berdua. Selain unit PC, mungkin dari tidak lengkapnya aplikasi seperti Microsoft Office. Aplikasi tersebut tidak dapat digunakan karena belum memiliki lisensi resmi untuk penggunaan software-nya,” Ujar Muhammad Dzikri Al Fayed selaku Kepala Departemen Akademik HIMABO (Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif). Fayed menambahkan kurangnya unit PC menyulitkan mahasiswa dalam melakukan praktik Ketika satu PC digunakan oleh dua orang mahasiswa, maka kemungkinan ada yang tidak mengerjakan tugas atau bahkan hanya menyalin dari temannya.

Kondisi Padatnya Laboratorium Komputasi Akuntansi

Menanggapi hal tersebut, pihak kampus telah merencanakan untuk melengkapi fasilitas laboratorium dan menambah program-program pendukung. “Kedepannya untuk fasilitas mungkin akan ditambahkan lagi, sedangkan programnya diperbanyak. Tetapi, untuk penggunaan program sedang difokuskan dulu untuk program Zahir. Kemudian jika penggunaan program Zahir sudah selesai, maka akan digunakan program-program lainnya,” jelas Yulius. Selain itu, Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur bidang Keuangan dan Prasarana juga memberikan keterangan mengenai minimnya unit PC didalam laboratorium. “Solusinya, untuk ruangan itu sendiri Prodi dapat menyesuaikan dengan sistem per-batch. Contohnya seperti memecah jumlah mahasiswa yang ada menjadi beberpa bagian untuk belajar. Tergantung penjadwalannya, karena kalau kita besarkan lagi, ruangannya terbatas,” tutup Dedy.

Krisdiastuti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *