lpmindustria.com – Pada awal tahun 2018, Politeknik STMI Jakarta sedang gencar melakukan perbaikan fasilitas yang ada di kampus. Hal itu terlihat dari pembangunan serta perbaikan bangunan gedung Politeknik STMI Jakarta.

Saat ini Politeknik STMI Jakarta sedang melakukan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana. “Untuk pembangunan kita sedang membuat Gedung D di bagian belakang kampus. Nantinya, pada gedung tersebut juga akan ada Laboratorium terintegrasi untuk Sistem Industri Manufaktur,” ujar Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur II. Selain itu, Dedy juga menambahkan bahwa pihak kampus sedang melakukan renovasi Laboratorium TKP (Teknik Kimia Polimer) untuk persiapan hibah mesin dari COE (Center Of Excellent). Lalu, perbaikan Laboratorium Simulasi Bisnis untuk Prodi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO). Kemudian, pembuatan Laboratorium ERP (Enterprise Resource Planning) untuk Prodi Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), dan yang terakhir ada perbaikan toilet di Gedung B.

Perbaikan Toilet Gedung B

Tidak hanya melakukan perbaikan fasilitas yang bersifat Akademik, Politeknik STMI Jakarta juga melakukan perbaikan fasilitas keagamaan seperti renovasi Masjid Nurul Ilmi. “Kemarin (16/03) ketika sebelum Sholat Jumat, plafon masjid jatuh dan menyebabkan masjid menjadi bocor. Lalu pihak kampus memperbaiki plafon tersebut. Selain itu, pihak kampus juga melakukan pengecatan dinding masjid,” ujar Andy Bachtiar Wadeng selaku Ketua DKM. Pada awalnya, Masjid Nurul Ilmi bukan merupakan inventaris Politeknik STMI Jakarta. Namun, mulai tahun 2010 Masjid Nurul Ilmi sudah menjadi bagian inventaris yang dimiliki oleh pihak kampus. “Masjid merupakan inventaris kampus atau termasuk BMN (Barang Milik Negara). Meskipun, dahulu menggunakan dana umat, tetapi tidak mencukupi untuk biaya perawatan,” ungkap Dedy Trisanto.

Sebelum melakukan berbagai perbaikan dan perawatan fasilitas, pihak kampus perlu merancang anggaran yang dikhususkan. Anggaran tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah untuk keperluan Politeknik STMI Jakarta. “Untuk dana itu sendiri, sudah kita rencanakan sejak tahun lalu dan kami serahkan ke pemerintah, dan kita dapat pendanaan untuk pengadaan, renovasi, serta maintenance,” ungkap Dedy Trisanto. Setelah keluarnya dana tersebut, pihak kampus memaksimalkan penggunaannya dengan membagi dana tersebut ke beberapa sektor. Deddy Trisanto menjelaskan Anggaran yang didapat terbagi menjadi dua, yakni anggaran langsung dari pemerintah berupa Rupiah Murni (RM), dan yang berasal dari mahasiswa yaitu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Adapun rencana pembangunan serta renovasi sarana dan prasarana lainnya yang akan dilakukan pihak kampus yaitu perpindahan ruangan dosen, yang mana semula terletak di lantai 4 kemudian akan dipindahkan menjadi ke lantai 6. Kemudian dalam jangka waktu dekat, pihak kampus juga akan memindahkan semua Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ke Gedung D, yang posisinya akan sejajar dengan lapangan badminton. Selain itu, Dedy Trisanto juga menambahkan bahwa akan ada pengadaan lift baru untuk Gedung A, sementara lift lama akan dipindahkan ke Gedung B atau C.

Dibalik gencarnya rencana dalam membangun fasilitas sarana dan prasarana Politeknik STMI Jakarta, pihak kampus dinilai belum memaksimalkan fasilitas yang ada. Hal itu diungkapkan oleh Fahri Bagus selaku Mahasiswa Prodi SIIO 2015 Politeknik STMI Jakarta sekaligus Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Foskomi, ia mengeluhkan mengenai fasilitas wifi. Fahri menjelaskan bahwa dia masih kesulitan dalam menggunakan internet yang terhubung melalui wifi. “Menurut saya, fasilitas kampus tidak perlu ada penambahan lagi. Tetapi diperbaiki saja yang sudah ada dan dimaksimalkan lagi,” tandas Fahri Bagus.

Aditya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *