lpmindustria.com – Beberapa mahasiswa mengeluhkan fasilitas wifi yang ada di Politeknik STMI Jakarta. Hal itu berpengaruh pada kegiatan belajar mahasiswa yang menggunakan fasilitas tersebut.

Jaringan wifi (Wireless Fidelity) merupakan salah satu fasilitas yang disediakan dan dikelola oleh Pusat Data (Pusdata) Politeknik STMI Jakarta. Adapun dalam pemasangan jaringan wifi, pihak Pusdata telah menginstalasi akses poin di masing-masing lantai tiap gedungnya. Akses poin tersebut berfungsi sebagai media pemancar jaringan wifi. Selain itu, setiap akses poinnya mampu menampung 1-30 user dalam penggunaan akses internet. Dalam membangun jaringan wifi, Politeknik STMI Jakarta bekerja sama dengan PT Multi Data.  “Awalnya sistem wifi ini ingin mencoba menggunakan One SSID, jadi hanya menggunakan satu akses poin sebagai pemancar jaringan wifi di lingkungan kampus. Namun, karena akses poin tersebut dirasa kurang dalam memancarkan jaringan ke seluruh kampus, maka kami memasang beberapa akses poin,” jelas Fadhla selaku pengelola Pusdata.

Terdapat 14 akses poin, diantaranya dua akses poin di gedung C, satu akses poin di gedung B, satu akses poin di basemen, dan dua akses poin di setiap lantai gedung A. Namun, jaringan wifi dirasa kurang maksimal dari segi kecepatan jaringan seperti yang dirasakan oleh salah satu mahasiswa. “Jaringan wifi  cepatnya itu jika sudah malam saja. Selain itu, ada jaringan yang tidak bisa diakses di lantai 3 dan lantai 5 gedung A,” ujar Fahri mahasiswa Sistem Informasi Industri Otomotif 2015.

Wireless Fidelity

Menanggapi permasalahan yang ada, pihak kampus sedang berupaya untuk mengatur pembagian jaringan agar penggunaan internet lebih merata. Dedy Trisanto selaku Pudir II juga menjelaskan bahwa dengan adanya mahasiswa yang sering membuka You Tube dan mengunduh film dapat menyebabkan kecepatan jaringan menjadi lambat. “Jadi jika jaringan wifi lambat, berarti banyak pengguna wifi membuka website yang membutuhkan bandwith besar, seperti buka You Tube, dan download film,” jelas Dedy.

Terkait dengan rusaknya akses poin, pihak Pusdata menjelaskan hal itu disebabkan oleh korsleting listrik. Lalu, perbaikan tak kunjung dilakukan karena memerlukan waktu yang lama dalam proses perbaikannya. “Perbaikan terhambat karena pelaksanaan dan waktu. Proses pengerjaan jaringan ini membutuhkan waktu kosong dan tidak ada orang, jadi saat KBM sedang libur. Selain itu, kita juga perlu memperbaiki listriknya dan membutuhkan teknisi dari luar,” jelas Ulil Hamida selaku kepala Pusdata.

Pihak Pusdata sendiri telah membagi bandwidth untuk tiap user ke dalam 4 bagian yaitu dosen, mahasiswa, karyawan, dan trial. Setiap bagian dibatasi dengan bandwidth yang berbeda, berdasarkan kebutuhan dan kepentingan tiap bagian, untuk trial 512 kbps (kilo byte per second), mahasiswa 1 mbps (mega byte per second), karyawan 2 mbps, dan untuk dosen 3 mbps. “Mungkin banyak mahasiswa yang belum tahu mengenai pembagian bandwidth ini, jadi untuk trial ini dikasih bandwidth 512 kbps. Jadi trial ini untuk orang luar, dia tidak bisa login maka langsung menggunakan trial. Untuk mahasiswa dari jam 08.00-18.00, itu dibatasi agar semua mahasiswa bisa merasakan atau menggunakan wifi,” papar Fadhla.

Pihak Pusdata menekankan kemungkinan perbaikan akses yang rusak akan dilaksanakan tahun ini. Namun, jika masih terjadi masalah pada wifi ini, tidak menutup kemungkinan Pusdata akan menambah kecepatan jaringan dengan memperbesar bandwidth. “Pusdata sudah membagi jaringan wifi dengan batasan bandwidth yang telah ditentukan. Jika memang masih terjadi masalah pada wifi ini, mungkin kedepannya bisa kita tambah dengan memperbesar bandwidth,” tutup Ulil.

Hasan Albi Fadhilah

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *