lpmindustria.com – Penyakit kanker dapat dikatakan sebagai penyakit yang mematikan. Tetapi tidak seharusnya dan selamanya penderita kanker hidup dalam kesedihan. Kegiatan menghibur dan membantu para penderita kanker dapat dilakukan oleh siapapun, salah satunya melalui Komunitas Taufan.

Komunitas Taufan merupakan salah satu komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan, yaitu berpartisipasi dalam menghibur dan membantu anak-anak penderita kanker. Komunitas yang berlokasi di Jakarta ini, terbentuk karena dari rasa kehilangan seorang ibu kepada anaknya yang telah meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya. “Berawal dari rasa kehilangan bu Yanie Dewi Mulyaningsih kepada anaknya yang meninggal  setelah 2 tahun melawan kanker darah atau Leukemia di tahun 2013,” ujar Nana salah satu anggota Komunitas Taufan.

Nama Komunitas Taufan sendiri diambil dari nama anak Yanie. “Kata Taufan diambil dari nama anak bu Yanie yang bernama Taufan. Almarhum Taufan dikenal sebagai pasien yang ceria dan selalu menyemangati teman-temannya selama berada di rumah sakit,” tutur Nana. Hingga saat ini nama Taufan selalu dikenang dalam ingatan para relawan dari komunitas ini, karena besarnya semangat Taufan saat menghadapi penyakit kanker.

Ibu Yanie selaku Pendiri Komunitas Taufan

Pada Oktober 2013, Yanie berinisiatif untuk mendirikan komunitas yang bertujuan untuk menghibur dan membantu memenuhi kebutuhan dasar pasien, terkhusus pasien yang menderita penyakit kanker. “Komunitas Taufan bertujuan untuk menghibur dan membantu memenuhi kebutuhan dasar pasien anak usia 0-17 tahun penderita kanker dan penyakit beresiko tinggi lainnya di area Jabodetabek,” tambah Nana.

Sejak berdirinya komunitas ini, Yanie sabagai pencetus terbentuknya Komunitas Taufan sudah mengajak beberapa relawan yang siap membantu dirinya dalam menghibur anak-anak yang terkena penyakit kanker. “Kini, Komunitas Taufan sudah memasuki tahun ke-4. Lebih dari 700 pasien telah didampingi bersama lebih dari 500 relawan yang bertugas sepenuh hati,” kata Nana. Komunitas Taufan juga memiliki beberapa kegiatan penting yakni Support Visit, Home Visit, dan Bangsal Visit.

Cukup baiknya tanggapan masyarakat kepada Komunitas Taufan, membuat komunitas ini semakin populer. Hal tersebut dilihat dari banyaknya relawan yang berpartisipasi dalam menghibur dan membantu para pasien pengidap kanker. “Melihat aksi lucu para adik ditengah perjuangan melawan penyakit mereka seolah Allah memberikan saya kekuatan dan ketegaran hidup. Melalui mereka, saya mendapatkan kebahagiaan dan pelajaran berharga. Mereka yang telah menguatkan saya dengan cara mereka sendiri,” ujar Widiastuti Rahayu, salah satu Relawan Komunitas Taufan. Komunitas Taufan juga berharap agar masyarakat luas lebih banyak mengedukasi diri dan juga meningkatkan kesadaran  mengenai pendeteksian dini terhadap kanker, agar kedepannya Indonesia dapat meminimalisir orang-orang  yang terjangkit kanker tersebut.

Pridi Nurwanto

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *