Tidur lelap lah sayang

Biarkan malam yang menjadi saksi betapa mesranya hari ini

Kau peluk aku, genggam tangan ku hingga tak ada lagi dingin malam ini

Aku tau dan kau pun tahu

Semua orang akan menganggap kita salah

Teriakan kita

Celotehan kita

Sampai sentuhan fisik yang kita lakukan

Tapi mereka tidak tahu

Semua ini untuk mereka

Untuk perayaan yang kita tunggu nantinya

Ilustrasi

Hanya untuk kita bersuara pada malam-malam yang dingin

Mereka hanya melihat betapa mesranya kita

Lalu cemburu

Padahal mereka tak tahu

Kita berpelukan

Bersenggama bahkan menari-nari dengan gaya-gayanya hanya untuk mereka

Hanya untk mereka bisa berkata kepada yang tertinggi

 

Bahwa gunung pun akan hancur

Akan hilang

Namun kebebasan akan selalu ada

Kebabasan yang selama ini kita nantikan

Walau semu dan penuh kepalsuan

Dengan sindiran-sindiran dari mereka yang tak mengerti

Apa arti cinta itu sendiri

Mencintai memang selalu begitu

Mencintai itu menderita, ya

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *