lpmindustria.com – Mengatasi kurang efektifnya penggunaan kelas serta waktu perkuliahan, manajemen Politeknik STMI Jakarta melakukan pembenahan sistem penjadwalan mata kuliah untuk seluruh program studi.

Pada semester genap tahun ajaran 2017-2018, Politeknik STMI Jakarta memberlakukan sistem ketetapan kelas bagi setiap jurusannya. Alasan diterapkannya sistem ini karena banyak kelas yang penuh sehingga mahasiswa sulit mengatur jadwal perkuliahan. “Karena bisa bebas memilih kelas, maka presentase kelas yang penuh semakin besar. Sebagai contoh kelas TIO 1 angkatan 2015 kuotanya bisa cepat penuh karena diambil kakak atau adik kelasnya,” tutur Rizky Karamandhita selaku Pembantu Direktur 1 Politeknik STMI Jakarta. Hal itu berpengaruh terhadap penjadwalan yang telah ditentukan oleh setiap program studi sehingga harus melakukan koordinasi ulang. Faktor kurangnya ruang kelas juga menjadi masalah dalam penjadwalan dan penggunaan ruang kelas itu sendiri. “Pertama kekurangan kelas, kita harusnya butuh 33 kelas, tetapi yang ada hanya 21 kelas dan itupun termasuk laboratorium,” ujar Muhamad Agus selaku Kepala Program Studi Teknik Industri Otomotif (TIO).

Ketetapan kelas bertujuan untuk memudahkan penjadwalan seluruh program studi agar mendapatkan ruang kelas yang merata. Dengan adanya ketetapan kelas diharapkan tidak ada lagi kelas ataupun waktu perkuliahan yang acak. “Kita mau mengakomodir, supaya tidak ada jurusan yang menguasai gedung atau lantai. Jadi sekarang semua kebagian kelas sehingga kelas tidak bisa mengacak.” tambah  Muhamad Agus.

Ruang Laboratorium Akutansi

Akibat dari adanya ketetapan kelas maka jadwal perkuliahan yang semula senggang menjadi padat di hari-hari tertentu dalam satu pekan. Hal ini dilakukan agar adanya waktu yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen untuk kegiatan lainnya diluar perkuliahan “Saya juga tanya ke setiap prodi untuk penjadwalan seperti itu butuh berapa hari. Rata rata mereka membutuhkan 3.5 hari. Itu akan lebih mudah lagi jumatnya bisa digunakan untuk kegiatan lainnya seperti kuliah pengganti, jadwal dosen luar atau rapat dosen. Supaya tidak ada juga dosen yang tidak dapat hadir rapat karena adanya jadwal mengajar,” tutur Rizky Karamandhita. Sistem ketetapan kelas ini banyak mendapat dukungan dari pihak Prodi, salah satunya dari Kepala Program Studi Teknik Kimia Polimer Roosmariharso. “Ketetapan kelas sudah cukup baik dijalankan, karena tidak adanya pindah-pindah kelas sehingga memudahkan dosen untuk mengajar, untuk pengulangan kelas di semester bawah atau atas, tidak menjadi masalah selama jadwal tidak bentrok,” ujar Roosmariharso.

Sistem dari ketetapan kelas ini membuat perpindahan kelas agak sulit dilakukan. “Pindah kelas agak sulit, karena sudah tersistem. Contoh saya mengajar manufaktur jam dan mata kuliahnya sama dengan dosen lain, maka dari itu saya mengalah ke hari selanjutnya,” ujar Muhamad Agus. Namun, hal itu berdampak baik terhadap mahasiswa karena adanya waktu senggang yang cukup banyak dari padatnya kuliah dibeberapa hari sebelumnya. “Mahasiswa kuliah dipadatkan sehingga terdapat hari libur dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya,” ungkap Rizky Karamandhita. Selain itu, pihak kampus menginginkan mahasiswa/i menggunakan ruang kelasnya sebaik mungkin. “Tujuan lainnya mahasiswa bisa merawat ruangan itu. Jika ada yang rusak, rusak buat mereka sendiri dan pasti akan ada tanggung jawab dari mahasiswanya,” tutur Ridzky Kramanandhita. Dengan adanya konsistensi penggunaan ruang kelas maka tidak heran bila nantinya mahasiswa akan menjaga dan bertanggung jawab terhadap ruang kelasnya tersebut. “Yang terpenting sih konsisten dulu setelah itu baru merawat kelas, misalkan ada kerusakan dari kelas kita yaaa kita tanggung jawab,” ungkap Aditya Mega Prasety selaku mahasiswa Sistem Informasi Industri Otomotif angkatan 2015.

Ahmad Raka Zulfikar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *