lpmindustria.com  Kebanyakan orang menilai limbah kertas merupakan sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan lagi. Namun, Komunitas Enigami Papers mampu menyulap limbah kertas menjadi suatu kerajinan tangan yang unik dan memiliki nilai tambah.

Pada dasarnya limbah kertas merupakan kertas yang sudah tidak terpakai lagi oleh penggunanya sehingga pengguna kertas tersebut lebih memilih untuk membuangnya. Namun siapa sangka, Komunitas Enigami Papers mampu mengubah limbah kertas tersebut menjadi hasil karya kerajinan tangan. “Enigami papers adalah nama komunitas kami sejak 2013, sedangkan enigami itu sendiri merupakan teknik bagaimana mengolah limbah kertas menjadi karya. Enigami berasal dari kata eni dan gami. Eni itu kita ambil dari serapan Bahasa asing “any” (anything) dan “gami”  itu dari serapan jepang kertas. Apabila enigami itu sendiri dibaca secara terbalik, ada kata imagine disitu. Jadi kita berimajinasi dahulu untuk membuat karya melalui teknik enigami yang materialnya limbah kertas,” tutur Abdullah Rofiq selaku penggagas Enigami Papers.

Abdullah Rofiq juga dibantu oleh Sarudi, mereka merupakan sosok yang menggaungkan enigami di Indonesia. Ketika kuliah, Abdullah Rofiq mengisi kegiatan perkuliahan bersamaan dengan kegiatan organisasi kreasi karya seni Pecinta Kertas. Selain mendapatkan ilmu di kelas, Abdullah Rofiq juga menambah keterampilannya dibidang mengolah limbah kertas. Siapa sangka, kekompakan mereka berdua membuahkan hasil dalam kompetisi wirausaha limbah kertas, baik dalam lingkup internal maupun eksternal kampus. “Ketika kuliah saya bergabung dengan organisasi pecinta kertas, kemudian saya ditemani juga dengan Sarudi yang pintar mendesain dan punya ketertarikan dengan kertas juga. Pada waktu itu kami mengikuti kompetisi wirausaha dengan tema limbah kertas yang bisa dijadikan produk dan dapat dijual. Akhirnya di kampus jadi juara satu dan di luar kampus dari event Bank Indonesia kami masuk 10 besar,” ujar Sarudi selaku penggagas Enigami Papers.

Karya Seni Enigami Papers

Awalnya mereka hanya mencoba-coba, namun semakin hari banyak orang yang penasaran dan tertarik terhadap enigami dan hasil karyanya. Padahal orientasi mereka hanyalah untuk usaha agar bisa menambah uang saku. Kemudian, terbentuklah komunitas Enigami Papers tersebut dikampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sampai saat ini beranggotakan delapan orang. “Kami iseng-iseng saja awalnya karena memang hobi pada karya seni. Awalnya, bukan mau bikin komunitas, justru mau bikin usaha untuk menambah uang saku dari kreasi yang bisa kita buat. Jadi, kami membuat produk yang materialnya limbah kertas tersebut. Akhirnya teman-teman kami tertarik dan bergabung, kami pun berinisiatif untuk membuat komunitas,” tutur Abdullah Rofiq.

Sampai saat ini, Enigami Papers tengah disibukkan dengan kegiatan workshop serta pelatihan yang diselenggarakan untuk umum. Siapapun dapat mengikuti kegiatan Enigami Papers, agar masyarakat yang mengikuti mampu mendapatkan manfaat dari enigami tersebut. Tujuan utamanya adalah agar enigami mampu dikenal oleh semua orang karena ciri khasnya. “Sebenarnya niat kami ingin menjadikan enigami sebagai usaha untuk mencari profit. Namun, seiring berjalannya waktu, setelah kami mengadakan workshop dan pelatihan, tujuan kami bukan hanya untuk usaha saja tapi juga untuk berbagi. Siapa tahu setelah kita berbagi kepada orang lain, orang tersebut bisa mempraktikkan dan mendapatkan manfaatnya. Entah mereka bisa jadi trainer atau mereka bisa membuat usaha kecil yang menguntungkan,” ujar Sarudi.

Enigami sendiri masih terdengar asing ditelinga masyarakat Indonesia. Hal tersebut yang ingin ditanamkan kepada masyarakat bahwa Indonesia juga memiliki kreasi seni, kalau di Jepang dikenal dengan origami sedangkan di Indonesia dikenal dengan Enigami. “Keunikan dari enigami yaitu terletak pada enigami itu sendiri. Kita semua pasti sudah tahu origami dari Jepang. Namun harus diingat juga ketika ada kreasi dari limbah kertas, itulah enigami. Sederhana namun bermakna,” tambah Sarudi.

Menciptakan hasil karya kerajinan tangan dengan teknik enigami tidaklah sulit. Enigami sendiri terdiri dari beberapa proses yang biasa digunakan dalam pembuatannya. “Teknik enigami secara umum ada empat proses yang harus dilakukan, yaitu berimajinasi dahulu membayangkan produk yang ingin dibuat, kemudian membuat pola dasar dari limbah kertas yang digunakan, dilanjutkan dengan perakitan dan pengeleman atau pelapisan, serta yang terakhir adalah finishing atau menyempurnakan produk tersebut apabila ingin ditambahkan aksesoris,” jelas Abdullah Rofiq. Tidak terpikirkan bahwa dengan peralatan dan bahan baku yang mudah didapat, serta dibuat dengan teknik yang simpel, enigami mampu menyulap limbah kertas yang tidak berguna menjadi suatu karya yang indah dan bernilai. “Ketika saya mencoba membuat produk dengan teknik enigami, ternyata cukup mudah dilakukan. Prosesnya cepat dan simpel serta bahan bakunya yang mudah ditemukan. Produk yang dihasilkan pun sangat bagus dan ramah lingkungan. Saya rasa semua kalangan dapat melakukannya,” tutup Irma selaku peserta workshop sekaligus guru seni rupa.

               Lukman Sabil Akmal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *