lpmindustria.com – Seiring berkembangnya teknologi, pihak kampus menerapkan channel tambahan pada website untuk melayani pengaduan masyarakat kampus khususnya mahasiswa dengan sistem pengaduan online.

Politeknik STMI Jakarta sedang menerapkan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Adapun, pihak kampus telah menyelenggarakan seminar beberapa bulan yang lalu dan salah satu hal yang ingin diterapkan adalah menyangkut pelayanan pengaduan.

Tujuan diadakannya sistem pengaduan online ini untuk memudahkan masyarakat kampus memberikan saran dan kritik agar kampus lebih baik ke depannya. “Teknologi kan semakin berkembang, lalu kecenderungan orang ke arah sistem informasi juga semakin besar, maka ada channel tambahan yaitu melalui sistem pengaduan online ini,” ungkap Ibu Ulil selaku Ketua Pusat Data (Pusdata) di Politeknik STMI Jakarta.

Sistem pengaduan online ini bisa diakses di alamat web http://ppid.stmi.ac.id. Ada beberapa tahapan yang harus  dilakukan untuk melakukan  pengaduan online. Pertama yaitu dengan  membuka halaman web pengaduan. Kedua, memilih menu pengaduan, kemudian akan tersedia formulir yang wajib diisi oleh pelapor. Di dalam formulir tersebut tersedia kolom identitas dan aduan yang wajib diisi. Tahap terakhir yaitu klik submit untuk mengirim pengaduan. Selanjutnya pengaduan yang telah dilakukan akan diproses oleh pihak kampus. 

Halaman Website Pengaduan Online

Beberapa tahapan untuk melakukan pengaduan ini sangat penting. Karena pihak kampus juga harus mengetahui siapa yang mengirimkan pengaduan agar dapat mempertanggung jawabkan pengaduannya. Jangan khawatir, pihak kampus akan merahasiakan identitas pelapor. “Kami akan menjamin kerahasiaan pelapor,” ujar Bu Ulil. Pengaduan yang telah diterima nantinya akan diinvestigasi terlebih dahulu. Jika pengaduan tersebut benar, maka akan ditindaklanjuti oleh institusi. Untuk informasi mengenai tindak lanjutnya akan diberi tahu kepada pelapor melalui alamat email yang tertera di formulir.

Namun, saat ini belum dibentuk tim khusus untuk pengelolaan pengaduan online. “Timnya belum dibentuk. Apakah akan dikelola sendiri oleh pusat data atau bagaimana belum didiskusikan lagi,” ungkap Ibu Emi selaku wakil ketua pusat data Politeknik STMI. Beliau juga menyatakan bahwa untuk sementara ini jika ada pengaduan yang masuk akan dikelola oleh pusdata.

Peluncuran sistem pengaduan online ini juga tidak berdampak sama sekali pada kotak saran, karena kotak saran tetap ada dan pihak kampus hanya melakukan penambahan channel terkait pelayanan pengaduan. Sejak pertama kali dioperasikan, rupanya belum ada sama sekali saran yang masuk melalui sistem pengaduan online ini. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak kampus membuat beberapa mahasiswa belum mengetahui adanya sistem pengaduan online ini. Salah satunya Dessy, mahasiswa Politeknik STMI. “Saya juga baru tahu kalau kampus memiliki sistem pengaduan online. Tapi saya melihat langkah yang bagus dari kampus,” ungkapnya. Menurutnya dengan sistem pengaduan online, mahasiswa akan lebih mudah memberikan masukan tanpa harus menulis di kertas dan memasukkannya ke kotak saran.

Jazria Hanifa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *