lpmindustria.com – Berawal dari keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain dengan cara yang sederhana, warung ikhlas menjual makanan sehat dengan harga yang terjangkau, untuk kalangan menengah kebawah di daerah Jakarta dan sekitarnya

Pada tahun 2009 Ibu Habsari Budi Utami dengan sahabatnya Bapak Agus Wicaksono melakukan gerakan sosial, dengan cara membagikan makanan kepada para pemulung. Setiap harinya masing-masing dari mereka membeli 60 nasi bungkus, untuk di bagikan kepada para pemulung. Gerakan sosial tersebut berlangsung kurang lebih selama 2 tahun, dengan didasarkan keinginan untuk berbagi dengan cara yang lebih baik lagi, Habsari dan sahabatnya ingin membagikan makanan yang sehat dengan kualitas yang lebih baik lagi. “Untuk menyajikan makanan yang bergizi dengan biaya yang murah akhirnya kita berfikir untuk memasak makananya sendiri,” tutur Habsari, salah satu pendiri warung ikhlas.

Habsari Budhi Utami

Lalu, pada tahun 2012 Habsari dengan sahabat-sahabatnya akhirnya membuat sebuah project, yang sekarang dikenal dengan nama warung ikhlas. Warung ikhlas sendiri menjual makanan sehat tidak mengandung pestisida, karena itu warung ikhlas bekerja sama dengan petani organik, supplier ikan, dan memasaknya sendiri. “Tujuannya agar bisa dilaksanakan secara  berkesinambungan dengan standar mutu tetap terjaga,” ujar Habsari. Tidak hanya itu, untuk mastikan kualitas makannya baik, Habsari merasakannya terlebih dahulu.

Pada umumnya harga nasi bungkus berkisar Rp.8000, tetapi di warung ikhlas ini dijual dengan harga Rp.2000, untuk satu nasi bungkusnya. Uang Rp.2000 tersebut digunakan untuk membiayai operasional warung ikhlas, seperti membayar gaji, memasak, bensin, dsb. Sebagai pertanggung jawaban atas donasi tersebut, Habsari mengunggah pemasukan dan pengeluaran warung ikhlas setiap bulannya, di kitabisa.com.  Habsari mengatakan bahwa semua orang terlibat dalam berbuat baik di warung ikhlas ini, mulai dari donatur, tim warung ikhlas, sampai pemulung itu sendiri juga ikut terlibat. Selain itu Habsari juga menjelaskan bahwa dia tidak berharap apa-apa dari pemerintah. “Pada saat kita berbuat social itu adalah kebutuhan kita sendiri, dan disaat saya bisa membantu mereka untuk mendapatkan nasi bungkus yang sehat  dengan harga yang murah, saya merasa senang dan kebahagiaan itu yang saya rasakan, menurut saya berbuat baik itu adalah sebuah kebutuhan, jadi saya berbuat baik ini bukan demi orang lain, tapi demi saya sendiri,” jelas Habsari.

Sampai sekarang warung ikhlas sudah berjalan selama 5 tahun, kegiatan yang dilakukan warung ikhlas juga didokumentasikan dan diunggah di youtube, untuk menginspirasi orang-orang yang ingin berbuat baik. “Mungkin banyak orang yang ingin berbuat baik, tapi bingung bagaimana caranya, kita bisa membantu dengan kegiatan yang kita lakuakan, yang nantinya bisa dicontoh untuk diterapkan di daerahnya masing-masing,” tutur Habsari. Selama 5 tahun ini, kegiatan warung ikhlas sudah ada yang mencontohnya,yaitu di Padang, Surabaya, Malang, dan Jakarta sendiri.

Asmanih salah satu konsumen merasa terbantu dengan kehadiran warung ikhlas. “Karena harga yang ditawarkan warung ikhlas terbilang murah, dan rasanya pun enak. Selain itu tanggapan lain muncul dari Putri Husnia Zahira mahasiswi aktif Politeknik STMI Jakarta, Putri mengatakan adanya warung ikhlas ini cukup membantu masyarakat yang kurang mampu, sekaligus membuka lahan untuk orang-orang yang ingin berbagi. “Sebagai mahasiswa mungkin kita tidak bisa membantu dilapangan, tetapi mungkin bisa dengan dana yang disalurkan melalui kitabisa.com,” jelas Putri. Putri juga menambahkan, untuk membagikan makanan seperti warung ikhlas  mungkin kita belum bisa mengelolanya, tetapi kita bisa berbuat baik dengan cara yang lain sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

Ida Amelia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *