lpmindustria.com – Proklamasi merupakan simbol yang menjadi tonggak berdirinya Bangsa Indonesia. Lantas bagaimana perjuangan kala kemerdekaan dalam menyebarluaskan proklamasi?     

Penyebaran berita proklamasi ternyata sangatlah penting dikala momen kemerdekaan berlangsung. Hal itu, bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dari rakyat Bangsa Indonesia sendiri, maupun pengakuan dari dunia Internasional. Seperti syarat yang kita ketahui, untuk menjadi sebuah negara yang merdeka ada unsur-unsur yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu mendapat pengakuan dari negara lain. Disinilah pentingnya peran lembaga atau media untuk menyebarluaskan berita proklamasi.

Saat itu Kantor Berita Domei atau yang lebih dikenal saat ini dengan Kantor Berita Antara juga turut serta menyebarluaskan berita proklamasi Indonesi ke seluruh dunia. Media yang digunakan Kantor Berita Antara untuk menyebarluaskan berita proklamasi adalah alat morse. Cara kerja alat morse tersebut adalah dengan merepresentasikan huruf, angka dan tanda baca melalui sinyal. Biasanya alat morse hanya digunakan oleh instansi pemerintah, kapal laut, dan pelabuhan. “Jangkauan alat morse tersebut pada saat itu mencakup negara negara di Asia Tenggara, sehingga kapal-kapal yang melintas di laut Asia Tenggara dapat mendengar berita proklamasi tersebut,” ujar Dani selaku pemandu Museum dan Galeri Foro Jurnalistik Antara. Dani juga menjelaskan bahwa ada dua literatur yang berbeda mengenai waktu penyebaran berita proklamasi oleh Kantor Berita Antara. Literatur yang pertama menyebutkan bahwa berita proklamasi disebarkan pada saat tengah hari atau jam makan siang, kemudian literatur kedua menyebutkan berita proklamasi disebarkan pada sore hari setelah maghrib. Namun, ia beranggapan belum diketahui pasti kebenaran waktu penyebaran berita proklamasi tersebut. Selain menggunakan alat morse, terdapat juga mesin tik yang digunakan dalam menyebarkan pemberitaan proklamasi, kini mesin tik tersebut disimpan pada Museum Perumusan Proklamasi.

Salah satu koleksi benda di Kantor Berita Antara

Para pemuda pun juga turut andil dalam menyebarluaskan berita proklamasi, salah satunya B.M Diah (Burhanudin Muhammad Diah) yang ikut menyebarluaskan berita proklamasi lewat pamflet yang ia bagikan. Penyebaran pamflet oleh B.M Diah dilakukan sejak pagi buta hingga dirinya tertidur. “Pada awalnya proklamasi direncanakan akan dibacakan di Ikada, Gambir. Namun karena dianggap kurang kondusif maka dipindahkanlah ke Jalan Pegangsaan Timur No.56. Setelah dipindahkan ke Jalan Pegangsaan Timur, para pemuda juga tetap melakukan pengamanan disekitarnya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” jelas Dani. Hal inilah yang menjadi salah satu kendala, sebab sebelumnya para masyarakat sudah berkumpul di Ikada melalui pamflet yang disebarkan B.M Diah, namun ternyata proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur.

Dalam proses penyebarluasan berita proklamasi tentu menemui berbagai kendala, salah satunya ketika terjadi peristiwa pembakaran arsip dan dokumen oleh tentara Jepang di depan kantor Domei. Namun hal itu tak menyurutkan semangat juang bangsa Indonesia, para staf kantor Domei dengan lihai berinisiatif untuk menyembunyikan arsip dan dokumen yang tersisa di dalam kaleng, lalu menguburnya sehingga tidak diketahui oleh tentara Jepang. Kantor pusat Berita Antara pun juga pernah dipindahkan ke Yogyakarta, namun nasib kantor pusat Berita Antara di jakarta tetap dipertahankan, walau hanya sebagai kantor cabang saja dikala itu. Masyarakat dirasa harus patut bersyukur atas keberhasilan dokumentasi yang diamankan pada peristiwa tersebut. “Karena dokumentasi merupakan bukti autentik yang berharga dan patut dipertahankan dalam peristiwa kemerdekaan,” tutur Dani. Sejak itu, Kantor Berita Antara resmi menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional pada tahun 1962 yang berada langsung  di bawah Presiden Republik Indonesia.

Izaz Ghozi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *