lpmindustria.com – Kabinet Inisiatif Kolaborasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik STMI Jakarta tidak lama lagi akan berakhir dari masa kepengurusannya. BEM periode 2017/2018 ini telah melakukan beberapa upaya demi kelancaran kegiatan mahasiswa. Namun, kinerjanya dirasa belum maksimal oleh sejumlah mahasiswa.

Badan Eksekutif Mahasiswa merupakan organisasi mahasiswa tertinggi yang ada di Politeknik STMI Jakarta. BEM dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma). “Kepengurusan BEM saat ini telah dilantik pada 30 November 2017 dan menjabat sampai satu tahun berikutnya,” ungkap Prayoga Nur Tamtomo, Presma BEM periode 2017/2018. Mengingat kabinet Inisiatif Kolaborasi saat ini akan segera berakhir, bulan September mendatang akan diadakan Pemilihan Raya (Pemira) untuk pemilihan Presma BEM periode selanjutnya.

Politeknik STMI Jakarta

Kabinet Inisiatif Kolaborasi telah melaksanakan beberapa visi dan misi yang telah dicanangkan sebelum mereka mulai menjabat. “Sampai saat ini, sudah beberapa visi yang sudah terlaksana. Seperti terselenggaranya diskusi yang dihadiri oleh seluruh lembaga organisasi mahasiswa Politeknik STMI Jakarta pada awal kepengurusan. Lalu, diskusi dengan manajemen kampus sebanyak dua kali dalam satu periode kepengurusan. Meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan BEM. Serta terciptanya Program Kerja (Proker) kolaborasi lebih banyak dari tahun kepengurusan sebelumnya,” terang Prayoga. Namun, terdapat satu program kerja yang dinilai belum tuntas sepenuhnya, yaitu diskusi bersama mahasiwa dalam satu periode kepengurusan. Diskusi bersama mahasiswa, baru satu kali dilakukan dan akan ada diskusi kedua yang harus diselesaikan.

Selain itu, ada hal lain yang belum tercapai pada priode BEM saat ini, yaitu tidak adanya program kerja untuk mengkoordinasikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) agar tidak memiliki tema acara yang sama dalam waktu yang berdekatan. “Ini tidak tercapai karena saat pelantikan BEM sendiri didahului oleh pelantikan UKM yang ada di politeknik STMI Jakarta sehingga mereka sudah membuat rapat kerja untuk kepengurusan setahun kedepan. Akibatnya terjadi ketidakselarasan acara-acara yang dilakukan UKM yang ada di Politeknik STMI Jakarta,” tutur Prayoga. Ia juga menambahkan beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan hal tersebut. “Masalah tersebut terjadi tak lepas dari faktor lambatnya birokrasi kampus. Lalu, adanya permasalahan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) berupa keuangan, terbentur masalah waktu dan juga pengaruh faktor dari kesadaran dari sebagian mahasiswa yang kurang,” tutur Prayoga. Rara selaku Wapresma juga menambahkan bahwa poin pentingnya yakni terletak pada rasa tanggung jawab mahasiswa yang ada di Politeknik STMI Jakarta terhadap acara-acara yang telah dilaksanakan.

Berangkat dari hal tersebut, salah satu ketua UKM dan anggota Himpunan Mahasiswa mengutarakan pendapat mengenai kinerja Presma beserta jajarannya. “Presma dan BEM masih kurang perannya terutama dalam melayani mahasiswa. Saya rasa mereka masih belum bisa merangkul kebanyakan mahasiswa. Ini bisa dilihat dari sedikitnya partisipan yang hadir dalam diskusi terbuka. Hal ini bisa diperbaiki dengan sosialisasi yang gencar dan rapat terbuka yang benar-benar terbuka sehingga pesannya bisa diketahui oleh seluruh mahasiswa. Saya juga tidak sepenuhnya menyalahkan Presma dan BEM, faktor lainnya adalah masih banyak mahasiswa yang masih tinggi egonya dan bersifat apatis sehingga mepersulit tercapainya visi tersebut,” tutur Cevin Cristian Nababan, anggota Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif (Himabo) Politeknik STMI Jakarta. Celvin menambahkan, yang perlu dilakukan kedepannya adalah melanjutkan pondasi yang sudah dibangun sekarang oleh penerus selanjutnya.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Fahri, selaku Ketua Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Islam (Foskomi). “Secara hasil nyata atau konkrit memang belum bisa terlihat, karena mungkin masih butuh usaha yang lebih dan butuh waktu juga. Tapi usaha yang sudah dilakukan oleh Presma, Wapresma, beserta Kabinetnya menurut saya sudah maksimal,” jelas Fahri. Ia berharap agar BEM segera membenahi permasalahan yang ada dan membenahi sistem yang dijalankan sekarang agar segala prosedur bisa berjalan dengan lebih mudah.

Khairil

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *