lpmindustria.com – Meningkatnya kasus Cyberbullying di internet, membuat komunitas Sudah Dong mengadakan sebuah talkshow bertemakan “Dealing with Cyberbullying, Safe and Connected”.

Talkshow Dealing with Cyberbullying, Safe and Connected mengundang sejumlah pembicara diantaranya Ahmad F. Aziz selaku community engagement officer campaign.com, Prilly Latuconsina sebagai actress dan influencer, Personel grup musik HiVi!, serta dipandu oleh Michello Loebis pemenang gadis sampul 2017 sebagai moderator. Acara talkshow ini merupakan wujud dari salah satu program yang ada pada bidang edukasi di komunitas Sudah Dong untuk meminimalisir cyberbullying.

Selain talkshow ada pula kegiatan kampanye anti bullying baik secara online maupun offline. “Kalau online melalui media sosial seperti facebook, instagram, juga twitter. Sedangkan kalau offline ada acara goes to school, kita juga bergerak di car free day untuk memberi awareness,” ungkap Katyana Wardhana selaku founder dari komunitas Sudah Dong. Dalam kampanye tersebut, para relawan di komunitas ini berbagi informasi seputar bullying. “Kita berbagi informasi mengenai artikel-artikel yang didalamnya talk about how can people deal with cyber bullying ataupun bullying. More towards sharing. Oh iya, kita juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti coca cola, facebook, dan unicef,” lanjut Katyana.

Katyana Wardhana

Dalam talkshow tersebut para pembicara memaparkan bagaimana cara untuk meminimalisir terjadinya tindakan cyberbullying. Poin pertama yaitu pentingnya menjaga identitas diri kita. Aziz mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memposting Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas pribadi apapun di sosial media, karena itu bisa jadi cara bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan cyberbullying kepada masyarakat. Lalu poin yang kedua, yaitu masyarakat harus cerdas dan dapat berpikir kritis sebelum masuk ke dunia media sosial. “Masyarakat harus tahu apa yang ingin diutarakan, apakah baik atau tidak. Dan sebenarnya yang harus ditanamkan di sosial media adalah sifat kepribadian diri masyarakat sendiri. Jika komentar yang buruk maka itu merupakan cerminan dari diri masyarakat itu sendiri. Dengan begitu kita bisa mencegah terjadinya tindakan cyberbullying,” ungkap Prilly Latuconsina. Kemudian poin yang ketiga adalah don’t keep it to yourself, yang artinya jangan memendam masalah kepada diri sendiri. Namun, bisa mencari teman-teman untuk berbagi cerita secara langsung. “Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah baik, sebaiknya jangan terlalu lama bermain sosial media. Cobalah pergi sama teman-teman dan ketemu langsung untuk meningkatkan interaksi sosial. Karena terkadang sesuatu yang  dibaca di sosial media itu bisa berbeda dengan apa yang dimaksud sebenarnya,” ucap Neida, Personel HiVi!.

Kegiatan talkshow dan sharing seperti ini sangat bermanfaat untuk para generasi milenial yang sudah tidak asing lagi dengan sosial media. “Menurut saya pribadi ini adalah salah satu acara yang positif dan sangat bisa diambil manfaatnya oleh teman-teman. Based on experience dari para pembicara tadi, untuk menghilangkan cyberbullying sangat sulit sebenarnya. Tetapi bisa diminimalisir. Caranya bisa mulai dari diri sendiri. Kalau aku pribadi simple aja bahwa kalau misalnya tidak mau di cyberbullying sama orang lain, ya jangan melakukan itu ke orang lain. Jadi dari hal simple itu bisa berdampak baik juga ke orang lain,” tutup Ezra, Personel HiVi!.

Jazria Hanifa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *