lpmindustria.com Komunitas Jendela Jakarta, komunitas yang fokus terhadap kebutuhan  pendidikan anak-anak yang kurang mampu di sekitar daerah Manggarai, Sungai Bambu, dan Serpong.

Bermula dari keinginan pemuda-pemudi Yogyakarta untuk melakukan kegiatan yang berguna pasca meletusnya Gunung Merapi pada 2011 silam, maka dibentuklah Komunitas Jendela dengan tujuan untuk membantu anak-anak belum mengenyam dunia pendidikan. Berlokasi disekitar Halte Cangkringan, Komunitas Jendela mulai mengisi kegiatannya dengan memberikan pembelajaran selama 3 bulan, yang mana kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan komunitas lain. “Sekitar halte banyak adik-adik yang pendidikannya kurang, akhirnya kami bekerja sama dengan komunitas lain juga untuk mengisi kegiatan belajar mengajar,” ucap Henny Yuhaini selaku Koordinator Public Relation (PR) Komunitas Jendela. Setelah kegiatan berjalan 3 bulan, maka para anggota memutuskan untuk melanjutkan kegiatan mulia ini hingga sekarang.

Kegiatan Belajar Mengajar

Komunitas Jendela Jakarta sendiri terbentuknya ketika pemuda-pemudi Yogyakarta merantau ke Jakarta dan mempunyai ide untuk membuat Komunitas Jendela juga. Maka, terbentuklah Komunitas Jendela Jakarta pada tanggal 29 September 2012. “Salah satu founder Komunitas Jendela yaitu Mba Prihatiningsih yang sekarang kerja menjadi HRD Pertamina, dari situ ketika merantau berpikir kenapa tidak bikin Jendela Jakarta aja nih, akhirnya terbentuklah Jendela Jakarta” ujar Henny. Komunitas ini juga mempunyai visi yaitu menjadikan komunitas berjiwa muda yang fokus berkarya dan berkontribusi pada pendidikan anak.

Komunitas Jendela Jakarta terletak di beberapa tempat yang berbeda yakni Manggarai, Sungai Bambu, dan Serpong. Kegiatan rutin komunitas ini dilakukan pada setiap hari minggu untuk daerah Sungai Bambu dan Serpong, sedangkan daerah Manggarai berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. Beragam kegiatan dilakukan oleh Komunitas Jendela Jakarta, seperti menggambar, membaca, mengaji, serta belajar mata pelajaran umum lainnya. Henny menjelaskan, adanya klasifikasi kelas pada komunitas ini agar mempermudah proses belajar mengajar. Tipe kelas dibagi menjadi tiga, yaitu Kelas A yang berisikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga anak Kelas 3 Sekolah Dasar (SD), Kelas B berisikan anak kelas 4 SD hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Kelas C berisi anak SMP serta Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tak hanya kegiatan belajar dan mengajar, komunitas ini juga memberikan kegiatan One Day Trip (ODT), yaitu kegiatan sehari berekreasi bersama. Kegiatan tersebut diadakan setiap 2 atau 3 bulan sekali, disesuaikan dana yang ada. Selain itu, komunitas ini juga pernah menggelar sebuah Festival Bocah Cilik pada 2016 silam. Acara festival tersebut diisi dengan lomba untuk anak-anak, serta talkshow dengan mengundang beberapa narasumber sebagai pembicara. “Kami rencananya juga ingin menyelenggarakan Festival Bocah Cilik 2 pada tahun 2019,” ucap Henny.

Komunitas ini terbuka untuk umum, tetapi rata-rata yang ikut belajar adalah yang bertempat tinggal disekitar lokasi kegiatan komunitas. “Yang belajar disini ada anak-anak yang kurang mampu maupun yang mampu,” ucap Muhammad Yamin, Penjaga Perpustakaan Manggarai. Selain itu, komunitas ini juga memberikan bantuan beasiswa kepada beberapa anak yang kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa melanjutkan sekolah.  “Ada beberapa anak yang memang kesulitan ekonomi, tetapi relawan kami mencoba memberikan bantuan biaya atau beasiswa,” ujar Henny. Adanya bantuan beasiswa juga diakui oleh Yamin. “Ketika ada anak yang putus sekolah, maka pengajar disini berupaya untuk menyambung sekolahnya kembali,” pungkasnya.

Masyarakat sekitar awalnya memandang sebelah mata komunitas Jendela Jakarta. Tetapi seiring berjalannya waktu diiringi dengan menunjukkan kinerja positif, masyarakat sekitar mempercayai komunitas ini karena membantu anak-anaknya dalam hal pendidikan. “Untuk pandangan awalnya mereka memandang sebelah mata, tetapi kini para orang tua mulai mempercayai kami sebagai pengisi waktu positif anaknya di kala hari Sabtu dan Minggu,” tutur Henny.

Muthia Zahra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *