lpmindustria.com –
Judul Buku : Petualangan Don Quixote
Penulis : Miguel De Cervantes
Penerbit : Immortal Publisher
Tahun Terbit : Agustus 2017
Tebal buku : 124 hlm.

Di Spanyol, buku-buku ini menyulut bahaya yang tidak main-main. Laki-laki dari La Mancha misalnya, yang menghentikan pekerjaan biasanya di ladang, dan tidak melakukan apa-apa kecuali membaca. Dia menjual ladang pertanian yang subur untuk membeli lebih banyak lagi buku-buku yang besar dan berat, yang memenuhi kamarnya. Dari pagi hingga malam dia menyelesaikannya dan kadang-kadang membacanya sambil berdiri sepanjang malam. Akhirnya, mengisi kepalanya dengan cerita-cerita berbahaya ini, dia mulai menganggap bahwa kejadian-kejadian ini benar dan nyata. Dengan keyakinan yang salah dalam pikirannya, ia mulai menganggap dirinya sendiri sebagai seorang kesatria pengembara dalam cerita yang dia baca. Dia ingin membawa pedangnya dan melawan makhluk-makhluk yang dibayangkannya dalam pikirannya yang bergairah. Dia ingin masuk ke kamar, menakut-nakuti semua orang yang ada di rumah dengan teriakan-teriakannya.

***

Buku Petualangan Don Quixote, karya Miguel De Cervantes merupakan novel yang telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa. Buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1605 ini, mengangkat kisah seseorang bernama Alonso Quijano yang terpengaruh oleh bacaan. Melalui buku tersebut, Cervantes ingin menyampaikan bahwa bacaan dapat memengaruhi pola pikir seseorang. Ketika pembaca salah memahami bacaan, maka akan berpengaruh terhadap dirinya dan tindakannya di dalam lingkungan masyarakat.

Kegilaan dan gagasa-gagasan yang dipilih Cervantes dalam menggambarkan Alonso Quijano begitu kuat. Ia membuat yang kesan begitu menarik serta menyisipkan cerita lucu pada petualangan-petualangan Alonso yang berkhayal sebagai seorang Don Quixote (Kesatria). Melalui kisah tersebut, pembaca akan melihat karakter Alonso yang mengalami kegilaan karena bacaannya.

Pada bab akhir kisah Petualangan Don Quixote, Cervantes memperlihatkan bahwa Alonso Quijano telah sadar akan perbuatannya. Petualangan yang ia jalanani hanya khayalan tak berdasar dari buku-buku yang tidak benar. Ketika tulisan yang tidak nyata ini dianggap kebenaran, maka akan sangat berbahaya. Begitu pula, saat bacaan yang dibaca ialah suatu berita bohong.

Buku Petualangan Don Quixote

Lewat kisah Petualangan Don Quixote, Cervantes memberikan gagasan bahwa pena lebih tajam daripada pedang. Bacaan-bacaan yang dibaca seseorang akan sangat mempengaruhi otak manusia. Melihat fenomena yang terjadi belakangan, karya Cervantes menjadi refleksi untuk lebih berhati-hati dalam mentafsirkan bacaan. Ditambah dengan banyaknya berita hoaks yang diyakini sebagai kebenaran oleh pembaca akan sangat berbahaya. Akibatnya, akan banyak orang-orang gila yang merasa bahwa yang dibacanya adalah suatu kebenaran dan selain itu salah.

Membaca satu buku dan meyakininya sebagai kebenaran mutlak merupakan kesalahan. Namun, bukan berarti tidak membaca merupakan hal yang bijak. Sebab, bicara dan bertindak tanpa dasar pustaka yang cukup hanya akan memberikan kebohongan kepada masyarakat. Pada saat ini perlu bagi masyarakat untuk banyak membaca dari berbagai sisi dan berhati-hati terhadap yang dibacanya. Sebab, perlu diyakini bahwa pada saat ini bacaan akan sangat berbahaya daripada apapun.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *