lpmindustria.com – Dream Planner merupakan jurnal buku yang dibuat oleh Merry Riana dan timnya. Buku ini dirancang khusus sebagai tempat untuk berekspresi dengan kreatif dan menyiapkan langkah strategis dalam mewujudkan mimpinya.

Pada Agustus 2018, Syifa Askia selaku pembawa acara membuka acara book launch, Dream Planner versi Merry Riana. Acara yang diadakan di Union Space Jakarta menghadirkan Founder dan Co-Founder dari Dream Planner. Pada awal acara, dua Co-Founder Dream Planner menjelaskan latar latar belakang dibuatnya Dream Planner. “Banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu cara merencanakan mimpi-mimpinya. Bahkan, ada yang memiliki mimpi tapi tidak pernah mendekati mimpinya tersebut,” ujar Febiyanti Santoso selaku Co-Founder and Chief Marketing Officer. Dari alasan tersebut, Febiyanti dan Stephen Septian bersama Merry Riana ingin membantu jutaan rakyat Indonesia untuk mewujudkan mimpinya.

Merry Riana saat di Union Space, Jakarta

Banyaknya jenis buku serupa dalam merencanakan mimpi, menjadikan Dream Planner memiliki perbedaan dengan buku-buku lainnya. “Kebanyakan dari kita terjebak dalam rutinitas dan lupa akan gambaran besar mimpi yang dimiliki. Namun, Dream Planner didesain khusus dengan panduan dan kata-kata motivasi yang mengingatkan kita akan tujuan awal dari mimpi-mimpi tersebut,” ungkap Stephen Septian selaku Co-Founder and Creative Director. Selain itu, pada Dream Planner terdapat fitur-fitur yang membuat perencanaan mimpi menjadi lebih terperinci. Fitur-fitur tersebut ialah Monthly Planner, Monthly Action Plan, dan Monthly Reflection. Menurut Stephen, untuk membuatnya menjadi lebih menarik pengguna Dream Planner bisa membuatnya dengan doodling (baca: Coretan sesuai dengan kreatifitas pengguna) agar lebih kreatif.

Di sisi lain, beberapa pengguna Dream Planner yang membuat dengan cara kreatif masih merasa kesulitan ketika ada mimpi-mimpi yang perlu dicoret. “Sebelumnya saya membuat seperti Dream Planner di handphone. Ketika ada kesalahan, bisa dengan mudah dihapus. Sedangkan dalam bentuk buku, membuat saya kesulitan untuk menghapusnya. Khawatir akan merusak keindahan perencanaan mimpi yang saya buat,” jelas Joana selaku peserta Book Launch Dream Planner. Menjawab kesulitan tersebut, Merry Riana menjelaskan bahwa semua itu adalah bagian dari proses mencapai mimpi. “Kebanyakan dari kita mungkin akan membuat Dream Planner sebagus mungkin. Bahkan menyiapkan semuanya agar terlihat lebih indah, seperti spidol berwana, stiker dan lainnya. Namun, ketika semua sudah disiapkan malah membuat kita tidak jadi membuat Dream Planner. Jadi lakukan saja dan nikmati prosesnya,” tutur Merry Riana selaku Founder Dream Planner.

Selain itu, adanya kendala lain yang membuat masyarakat Indonesia sulit menuliskan mimpinya. “Saya ini malas menulis. Sudah banyak buku seperti Dream Planner yang saya beli tapi kebanyakan tidak saya gunakan. Dream Planner ini pun baru saya baca sedikit. Rasanya masih sulit untuk mewujudkan mimpi saya,” ungkap Eka selaku peserta. Melihat hal tersebut, Merry Riana mengatakan bahwa lakukan sesuatu dari yang paling mudah serta tanpa perlu motivasi besar untuk melakukannya. “Hal ini bersifat umum untuk memulai kebiasaan baik apapun. Untuk melakukan kebiasaan baik, seseorang harus melakukannya dengan rutin selama 21 hari. Sehingga menjadi terbiasa dan merasa ada yang hilang ketika tidak melakukannya,” jelas Merry Riana.

Dalam mewujudkan mimpi-mimpi yang telah dibuat, setiap individu perlu jujur terhadap dirinya sendiri. Melihat kelebihan dan kekurangannya sehingga bisa menyeimbangkan hal-hal yang harus dilakukan. Selain itu, perlunya menuliskan secara detail hal-hal yang perlu dilakukan untuk meraih mimpi tersebut. “Kuncinya, jangan pernah tinggalkan mimpi kita. Tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan mimpi. Jangan sampai kita menyesal di usia tua dan baru sadar akan mimpi yang telah lama dibuang,” tutup Merry Riana.

Muhammad Abdul Hakim Faqih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *